Luluk/Alven:
Kuncinya Redam Kecepatan Lawan
Minggu, 19 Des 2004 17:31 WIB
Jakarta - Juara ganda putra Indonesia Terbuka 2004 Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto menyebut kunci kemenangannya atas Fu Haifeng/Cai Yun adalah strategi meredam kecepatan lawan.Demikian diungkapkan Luluk dalam jumpa pers seusai pertandingan final yang mereka menangkan dengan 15-8 15-11 itu, Minggu (19/12/2004), di media room Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta."Karena mereka punya karakter permainan yang cepat, maka kami coba meredamnya dengan memperlambat tempo. Mereka jadi tak bermain seperti biasa," kata Luluk kepada wartawan.Di set pertama pasangan ganda yang diunggulkan di posisi pertama ini menang mudah 15-8. Namun demikian di set kedua, Cai/Fu memberikan perlawanan ketat dan sempat unggul 11-7. Menurut Alven, antusiasme penonton yang menyaksikan pertandingan membuat mereka bermain terlampau tegang. "Di awal set kedua kami bermain tegang karena ingin main bagus dan tak melakukan kesalahan. Namun itu malah jadi bumerang," kata pebulutangkis bertampang baby face ini.Sementara itu Fu/Cai mengakui kalau hari ini ganda Indonesia bermain lebih bagus. "Sebenarnya kami bermain seperti biasa, namun lawan kami bermain bagus sekali. Mungkin kondisi badan dan kecepatan yang membuat kami kalah," kata Cai Yun.Soal penonton, menurut unggulan ketiga asal Cina ini, hal tersebut bukan soal besar. Kekalahan murni disebabkan karena mereka bermain lebih buruk dari Luluk/Alven. "Suporter sangat ramai, namun itu tak berpengaruh kepada kami," kata Cai lagi.Dengan keluar sebagai juara Luluk/Alven berhak menerima hadiah sebesar 12.240 dolar AS, sedangkan runner up Cai/Fu menerima 6.800 dolar. (a2s/)










































