BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) menerapkan regulasi baru di ajang Piala Thomas dan Piala Uber 2014. Diyakini aturan itu akan mengurangi praktek main mata para peserta.
Sebagai gambaran, di Piala Thomas-Uber 2008 terjadi main sabun untuk menjadi runner-up grup demi terhindar dari tim-tim kuat. Sejak 2010 aturan diubah dengan adanya drawing lagi menjelang babak perempatfinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih Jepang, Riony Mainaky, sependapat dengan kebijakan BWF itu. Dia optimistis pengaturan skor bisa diminimalkan.
"Aturan itu bagus. Semua tim akan berlomba-lomba untuk jadi juara grup. Selain itu sejak awal tim-tim kontestan akan bersiap-siap," ucap Riony.
"Jepang tentu mengincar posisi satu atau dua. Saya belum melihat dengan pasti posisi Jepang di mana tapi kalau melihat ranking pemain yang berdekatan satu sama lain, baik tunggal ataupun ganda, saya yakin dengan juara grup kami akan jadi unggulan juga," tambahnya.
"Yang penting sekarang menjadi juara grup. Jepang punya peluang besar untuk bisa ke final. Ya target kami secara keseluruhan adalah final," kata Riony.
(mfi/roz)











































