Usulan perubahan skor pertandingan bulutangkis menuai pro dan kontra. Lin Dan menjadi salah satu pebulutangkis yang menolak wacana tersebut.
Bukan kali ini saja BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) mengubah skor pertandingan. Sebelum skor reli poin, bulutangkis menggunakan sistem pindah bola hingga poin 15. Dengan sistem itu satu pertandingan dinilai terlalu lama dan sulit dipasarkan lewat televisi.
Kemudian dipilihlah sistem reli poin dengan skor maksimal 21 dalam dua gim. Gim ketiga dimainkan jika dua gim pertama imbang 1-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mau mendiskusikan terlalu banyak tentang usulan itu. BWF terus-terusan mengganti peraturan, tapi bukan sebuah solusi praktis," ucap pemain top China berusia 30 tahun itu.
"Dari pengalaman saya sebagai pemain, mau skor 15 atau 21 poin dan mungkin akan berganti menjadi 9 poin, bukan di situ alasan bulutangkis akan menarik atau tidak," ucap pemain yang punya bintang lima di bahu jersey-nya.
"Saya rasa BWF tidak punya kepercayaan diri terhadap dirinya sendiri. Tidak punya konfidensi, kemudian hanya bisa mengubah-ubah peraturan terus-terusan," tambahnya.
(fem/a2s)











































