Pascakegagalan di Piala Thomas & Uber, PBSI Akan Lakukan Pembenahan Menyeluruh

Pascakegagalan di Piala Thomas & Uber, PBSI Akan Lakukan Pembenahan Menyeluruh

- Sport
Selasa, 27 Mei 2014 18:31 WIB
Pascakegagalan di Piala Thomas & Uber, PBSI Akan Lakukan Pembenahan Menyeluruh
(PP PBSI)
Jakarta - Indonesia gagal memenuhi target di gelaran Piala Thomas dan Uber 2014. PP PBSI pun akan melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh terkait dengan performa tim.

Langkah tim Uber hanya sampai babak perempatfinal dari target semifinal yang sebelumnya dicanangkan. Bellaetrix Manuputty dkk. tehenti di tangan tim tuan rumah, India.

Sementara itu, tim Thomas yang ditargetkan untuk jadi juara hanya melangkah sampai semifinal. Tim putra 'Merah Putih' dipaksa mengakui keunggulan Malaysia di babak semifinal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai kegagalan tersebut, PBSI bakal mengadakan evaluasi dan pembenahan. Sektor putri mendapat sorotan khusus karena dinilai masih belum memiliki pukulan-pukulan yang mematikan.

“Pemain kita bisa dibilang tidak ada killing shot. Bella lebih sering menunggu kesalahan lawan untuk mendapat poin, hal ini berbeda dengan di sektor ganda putra. Inilah yang mesti ditingkatkan lagi,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky di acara jumpa pers sesaat setelah mendarat di tanah air di bandara Soekarno-Hatta, Selasa (27/5).

Bukan hanya sekadar perbaikan teknik, Rexy juga menyoroti kondisi fisik pemain serta mental bertanding yang masih menjadi kendala. Disebutkan Rexy, para pemain yang tergabung di tim inti Piala Thomas dan Uber sebagian besar merupakan pemain berpengalaman dengan jam terbang yang tak bisa dibilang sedikit.

“Pemain kita sudah berpengalaman semua tapi kok masih bilang tegang? Artinya mereka tak bisa menikmati pertandingan. Saya juga pernah berada di posisi mereka saat menjadi pemain. Mereka bukan pemain-pemain baru, menurut saya ini bukan suatu alasan yang dapat diterima,” imbuhnya.

“Saya setuju apa yang disebutkan koh Christian (Hadinata), bahwa Indonesia perlu pemain yang berjiwa fighter, yang punya mental kuat. Lihat saja (Takuma) Ueda, dia belum pernah juara di turnamen super series, tetapi sekarang dia bisa dibilang seorang juara karena mengantarkan tim Jepang meraih Piala Thomas. Pemain seperti inilah yang harus kita cari, seorang fighter,” tambah Rexy.

Rexy juga akan mengevaluasi soal fisik para atlet dengan pelatih fisik serta ahli gizi. Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Ricky Soebagdja ini bakal mengadakan diskusi dengan pelatih fisik dan ahli gizi terkait dengan peningkatan ketahanan fisik atlet.

“Kami akan duduk bersama dengan pelatih fisik dan nutritionist PBSI, karena hal ini saling terkait dan tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri. Setelah memperhatikan situasi selama Piala Thomas dan Uber 2014, saya juga akan membuat formula dengan tim support, bukan hanya pelatih saja,” jelas adik kandung Richard Mainaky ini dalam rilis PBSI yang diterima oleh detikSport.



(nds/nds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads