Dua kali final, dua kali pula Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal menjadi juara Indonesia Open Super Series Premier. Liliyana pun penasaran untuk mendapatkan titel juara di Jakarta.
Butet --sapaan Liliyana-- sudah kenyang pengalaman tampil di Indonesia Open. Ia pun pernah menjadi juara ganda campuran (bersama Nova Widianto di tahun 2005), serta ganda putri dengan Vita Marissa (2008).
Namun, belum sekali pun ia bisa mendapatkan predikat kampiun bersama Tontowi. Padahal bersama Owi, Butet sudah menjadi juara dunia 2013 dan tiga kali juara All England.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa dimungkiri kalau main di Jakarta ada saja gangguan, dari yang kecil misalnya ada teman nitip tiket. Kami akan coba untuk lebih fokus.
"Kami sudah dua kali ke final jadi harus instrospeksi apa yang salah. Semoga ini saatnya jadi juara," tegas perempuan kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu.
Bersama Owi, Butet sampai di semifinal tahun lalu. Pada 2012 dan 2011 keduanya sudah menggapai final tapi kandas.
(fem/a2s)











































