Hayom dinilai tak tampil oke sepanjang turnamen itu dan puncaknya adalah di laga semifinal kontra semifinal. Sebagai tunggal kedua dia gagal mengemban tanggung jawab untuk memperpanjang nafas Indonesia saat menghadapi Malaysia dan akhirnya tersingkir setelah kalah 0-3.
Selain itu ditambah lagi dengan buruknya hasil tes fisik Hayom menjelang turnamen terdekat, Jepang Open Super Series mulai 10-15 Juni. Atas rapor merahnya itu, Hayom pun diperam di pelatnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hayom ditarik dari Jepang Open. Kebugaran tidak mencapai standar dan ada masalah engkel. Saya pesimistis kepada penampilan dia. Semoga dia bisa lebih baik di Indonesia Open,β sambung pemilik medali emas Olimpiade 1996 Atlanta.
Menurut Rexy sanksi diberikan tak hanya untuk mendongkrak kembali fisik Hayom, tapi juga memberikan efek jera kepada pemain.
"Saya tidak mau ada pemain yang punya mental dan kebiasaan berpikir setelah kalah berulang kali tetap merasa nyaman. Kalah menang akan tetap dikirim ke turnamen. Tidak seperti itu,β tegas Rexy.
(fem/mrp)











































