Kegagalan Tim Thomas, Taufik Minta PBSI Rombak Sektor Tunggal Pelatnas

Kegagalan Tim Thomas, Taufik Minta PBSI Rombak Sektor Tunggal Pelatnas

- Sport
Rabu, 04 Jun 2014 18:44 WIB
Kegagalan Tim Thomas, Taufik Minta PBSI Rombak Sektor Tunggal Pelatnas
AFP/Ian Kington
Jakarta -

Kegagalan tim Thomas memenuhi target juara di India akhir Mei lalu memantik mantan pemain buka suara. Taufik Hidayat meminta PP PBSI merombak pemain tunggal pelatnas.

Indonesia hanya bertahan hingga semifinal Piala Thomas 2014. Tommy Sugiarto dkk tersingkir setelah digebuk Malaysia 0-3 di semifinal. Torehan itu tak sesuai dengan target yang dipatok untuk membawa pulang kembali piala lambang supremasi tertinggi di kejuaraan beregu putra itu.

Terlalu mengandalkan sektor ganda menjadi salah satu penyebabnya. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang diharapkan bisa menyamakan kedudukan, setelah Tommy kandas di tangan Lee Chong Wei dalam partai pertama, juga gagal mendapatkan kemenangan. Ganda nomor satu dunia itu kalah dari Tan Boon Heong/Hoo Tien How. Dionysius Hayom Rumbaka gagal membuka kans setelah kalah dari Chong Wei Feng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufik pun meradang. Kekalahan itu dinilai didapatkan tanpa menunjukkan sebuah daya juang di lapangan.

"Sektor tunggal dirombak total saja. Tommy sudah lama ada di pelatnas dan Hayom sudah berulang kali mendapatkan kesempatan. Tapi hasilnya?" kata Taufik kepada detikSport, Rabu (4/6/2014).

"Kualitas para mereka ada di bawah standar. Apalagi untuk turnamen beregu yang membutuhkan mental lebih oke. Teknik dan fisik sudah jadi nomor kedua dalam partai-partai penentuan. Saat semifinal mereka tak menunjukkan daya juang sama sekali.

"Di event itu kans untuk mendapatkan juara sangat besar. China sudah kalah dan saya lihat penampilan Jepang juga biasa saja, tapi mereka menunjukkan mental petarung. Itu yang tidak kita punya," ucap mantan pemain yang pernah jadi ikon bulutangkis Indonesia itu.

Taufik juga memberi sederet masukan kepada PP PBSI. Apalagi dua tahun lagi tuntutan tak hanya di Piala Thomas Uber tapi juga Olimpiade.

"Kita tidak boleh lagi terlalu euforia dengan keberhasilan nomor perorangan. Ini beregu, turnamen yang sangat berbeda," kata peraih medali emas Olimpiade 2004 itu.

"Saya sampaikan kepada Rexy (Mainaky), kalau kita terlalu fokus kepada China hingga melupakan kekuatan lain. Padahal dua tahun lalu kita sudah kalah dari Jepang.

"Satu lagi, pengurus dan pelatih seharusnya harus menanggalkan semua atribut klub kalau sudah bicara timnas. Kalau memang pemain itu tidak mampu mengemban tugas, tinggalkan saja. Jangan karena berasal dari klub yang sama kemudian dipaksa mengisi tim," simpul Taufik.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads