Disanksi, Richard Mainaky Absen Dampingi Tim di Indonesia Open

Disanksi, Richard Mainaky Absen Dampingi Tim di Indonesia Open

- Sport
Selasa, 10 Jun 2014 18:33 WIB
Jakarta - Pelatih ganda campuran Richard Mainaky hampir dipastikan absen mendampingi Liliyana Natsir/Tantowi Ahmad dalam ajang Indonesia Open tahun ini, menyusul sanksi yang diberikan PP PBSI terkait pencemaran nama baik.
 
"Saya dianggap telah mencemarkan nama Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dengan komentar saya di salah satu media nasional. Di AD/ART itu memang ada tertulis jelas. Tapi entah saya lengah jadinya begitu," ujar Richard kepada wartawan yang menghubunginya, Selasa (10/6)

Menurut Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/046/0.3/VI/2014 yang dikeluarkan 1 Juni kemarin, Richard dikenakan sanksi tiga bulan yakni larangan mendampingi Liliyana Natsir/Tantowi Ahmad serta kehilangan hak-haknya.

Dia dianggap mencoreng nama baik PP PBSI lewat pernyataannya di salah satu media olahraga nasional 16 Mei kemarin Dalam wawancaranya tersebut, pelatih ganda campuran asal Ternate itu diketahui mengeluhkan bonus yang tak kunjung cair. Hal ini disebut sudah melanggar AD/ART PP PBSI dan surat keputusan (SK) .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Delapan belas tahun ini untuk mengangkat ganda campuran tidak gampang. Semua dari nol. Saya juga lihat kasihan bulu tangkis kita kalau harus ribut saya begini. Saya memang harus terima (hukuman) saja. Jalani semua," sambungnya

Kendati sudah dihukum, Richard mengaku akan terus melatih walau tanpa digaji. karena merasa masih mengemban tanggungg jawab sebagai pelatih ganda campuran.

"Sebenarnya semua kegiatan sudah tidak aktif. Tapi katanya kalau mau datang sendiri untuk latih anak-anak sifatnya pribadi. Makanya sampai sekarang saya tetap melatih karena tanggung jawab sama anak-anak masih ada."

"Tidak mungkin saya kabur. Kasihan anak-anak karena ajang ke depan ada Indonesia Open. Jadi saya tetap melatih. Tidak apa-apa, tidak masalah, haknya saja yang disetop selama tiga bulan."

"Anak-anak pada kaget tapi ini risiko yang harus saya ambil. Ini jadi pengalaman dan pelajaran buat kita semua. Memang seharusnya diselesaikan internal dulu. Saya terlalu terburu-buru,” demikian dia.

(mcy/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads