Bermain di Istora, Senayan, Rabu (18/6), Linda harus mengakui keunggulan lawannya Nichaon Jindapon asal Thailand dengan skor 16-21, 21-18, 12-21.
"Memang dari penampilan awal Linda saja sudah agak lambat. Dia kalah agresif jadi permainannya juga tidak berkembang," kata Marleve ketika ditemui usai pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk kasus Hera Desi, menurut Marleve, lebih baik ketimbang Linda. Hera kalah dari Tee Jing Yi dalam pertandingan ketat yang berakhir dengan skor 19-21, 28-30.
"Secara penampilan, Hera memang kualitasnya lebih baik. Serangannya juga bagus," kata Marleve menanggapi penampilan Hera.
"Firdasari bagus ya, dia melaju ke babak selanjutnya. Mungkin karena dia lebih matang dan di luar juga pengalamannya banyak," lanjutnya.
Meski begitu, Marleve tidak terlalu ngoyo untuk hasil ke depan. Menurutnya, tunggal putri masuk delapan besar saja sudah bagus.
"Targetnya dari awal masuk delapan besar sudah bagus. Tapi kalau melihat peluang sebenarnya imbang semua. Tinggal siapa yang lebih berani saja. Sekaligus bagaimana kita memanfaatkan kondisi kita sebagai tuan rumah," terangnya.
(mcy/nds)











































