Simon Santoso meraih kemenangan di babak pertama Indonesia Terbuka Super Series Premier dengan tidak mudah. Dia mengaku sempat kesulitan di gim kedua.
Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (18/6), pebulutangkis yang merangkak dari babak kualifikasi itu dipaksa main rubber game melawan Marc Zwiebler. Menang di gim pertama, Simon kemudian kehilangan gim kedua.
Setelah bertanding selama satu jam dua menit, Simon akhirnya menang dengan skor 21-12, 13-21, 22-20.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di set pertama memang posisi saya lebih enak. Makanya mengontrol bolanya jadi lebih gampang. Saya sendiri jadi tampil menekan pada set awal, dan berakhir menang mudah," kata Simon usai pertandingan.
"Set kedua, saya mulai kehilangan kontrol bola. Mungkin karena arah anginnya yang lebih kencang sehingga susah untuk bisa melawan. Sementara Marc terus-terusan menekan yang akhirnya berimbas pada kesalahan sendiri," tambahnya.
"Di set ketiga saya coba bangkit dan tampil lebih agresif. Tapi rupanya saat pindah posisi lama-lama poin saya kesusul. Bahkan sampai kejar-kejaran poin di poin 19-20. Tapi saya berpikir bagaimana supaya main tenang dan terus memotivasi diri. Yang jelas harus berani, dan akhirnya berhasil," terang Simon.
"Tapi sebenarnya kemenangan ini karena faktor keberuntungan juga," imbuhnya.
Sementara itu, Marc Zwiebler mengaku cukup kecewa dengan kekalahannya di babak pertama itu. Hasil ini merupakan penurunan sebab di tahun lalu, pebulutangkis Jerman itu jadi runner-up.
"Tentu saya kecewa dengan kekalahan ini. Karena permainan kami berdua tadi sama-sama bagus, tapi memang saya kurang beruntung," katanya.
"Saya doakan Simon yang terbaik. Saya suka dengan fans Indonesia, selalu menyenangkan main di sini, atmosfernya bagus. Jika saya punya satu keinginan tentu saya ingin menang," tambah Zwiebler.
(mcy/nds)











































