Bertanding di Istora Senayan melawan Hu Yun, Kamis (19/6/2014) sore WIB, Simon harus kehilangan gim pertama dengan skor 18-21. Namun di gim kedua, dia bisa bangkit dan menang 21-13 sekaligus memaksakan rubber game.
Laga ketat kemudian tersaji di gim ketiga. Terus kejar-mengejar angka, Simon akhirnya lebih dulu mencapai match point di kedudukan 20-19.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ditanya soal kalah menang, siapapun pasti tidak mau kalah. Tapi dalam kondisi ini kita harus terima. Saya memang harus banyak belajar untuk lebih tenang. Karena pas di angka-angka terakhir saya terlalu terburu-buru ingin mematikan lawan. Jadinya saya banyak mati sendiri," kata Simon menanggapi pertandingannya hari ini.
"Kalau dari segi kemampuan lawan, Hu Yun dia memang bagus. Defend-nya bagus dan punya control attack yang oke. Tapi pada saat itu memang kita saling menunggu untuk mencari celah. Tapi saya yang kepancing."
"Ya kekalahan ini jadi pelajaran buat saya untuk turnamen berikutnya. Bagaimana untuk bisa lebih baik lagi dalam bermain," tambahnya.
Sementara itu, Hu Yun mengaku senang akhirnya bisa mengalahkan Simon meski dalam keadaan yang sulit. Pasalnya, lutut kanannya sempat terasa sakit.
"Senang bisa menang. Simon baik dari sisi permainan. Ya, untungnya saya bisa mengimbangi permainan dia," kata Hu Yun dalam kesempatan terpisah.
"Target ke depan tentu saya ingin menjadi juara. Tapi saya tidak ingin muluk-muluk dulu. Terpenting fokus pada pertandingan berikut," imbuhnya.
Di babak perempatfinal, Hu akan berhadapan dengan pemenang dari pertandingan antara Kenichi Tago dan Chong Wei Feng.
(mcy/nds)











































