Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta pada hari Sabtu (21/6/2014) ini tidak mengurangi antusiasme para penonton untuk memadati yang Istora yang berkapasitas kurang lebih 15 ribu. Mayoritas penonton tentu saja merupakan pendukung pebulutangkis tuan rumah, kendatipun Indonesia sejatinya cuma bisa menempatkan dua wakil di babak semifinal: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ganda campuan dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di ganda putra.
Dari pantauan di lokasi, dukungan menggelora pun diberikan para penonton dengan atribut balon tepuk dan slayer merah-putih dalam menyemangati Tontowi/Liliyana yang di babak semifinal ini berhadapan dengan pasangan China Xu Chen/Ma Jin. Seruan dan teriakan untuk memberi semangat untuk Tontowi/Liliyana maupun menurunkan moril pemain lawan pun tiada hentinya terdengar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya datang bersama keluarga. Sering kalau Indonesia Open tapi pas semifinal atau final. Soalnya kalau bukan Indonesia nggak seru. Saya yakin mereka bakal menang. Minimal dua setlah," ucapnya merujuk pada Tontowi/Liliyana.
Serupa dengan Tina (22 tahun) yang datang bersama teman-temannya. "Nonton lewat televisi mungkin bisa. Tapi nonton langsung lebih seru. Ya mudah-mudahan Owi/Butet bisa menang di sini. Soalnya kan nggak pernah ya. Paling sampai final saja," harapnya.
Sayangnya harapan Isom dan Tina itu tak terwujud setelah Tontowi/Liliyana tunduk 21-18, 12-21, 15-21 dan terhenti di semifinal. Satu-satunya harapan ke final kini ada di pundak pasangan ganda putra Ahsan/Hendra yang saat ini masih bermain melawan pasangan Korea Selatan Kim Ki Jung/Kim Sa rang.
(mcy/krs)











































