Tanpa Gelar Juara di Kandang Sendiri, PBSI Minta Maaf (Lagi)

Tanpa Gelar Juara di Kandang Sendiri, PBSI Minta Maaf (Lagi)

- Sport
Minggu, 22 Jun 2014 22:25 WIB
Jakarta -

Sama seperti ketika Indonesia gagal di Piala Thomas dan Uber bulan lalu, PBSI juga meminta maaf kepada masyarakat karena tak ada pemain Indonesia juara di kandang sendiri.

Di ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier yang berlangsung selama satu pekan, dan berakhir pada hari Minggu (22/6) ini, Indonesia hanya mengirim satu wakilnya di final, yaitu ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sayangnya, mereka juga tak mampu meraih kemenangan di laga puncak tersebut. Menghadapi pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong 15-21, 17-21 dalam duel sepanjang 40 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya selaku manajer tim meminta maaf karena tim Indonesia tidak mendapatkan gelar di Indonesia Open kali ini. Yang mana begitu luar biasa dukungan dari masyarakat, penonton istora juga mungkin berharap bisa mendapat juara tapi tidak bisa,” ucap Ricky Subagja yang juga Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI.

"Memang menyakitkan. Tapi segera mungkin kita akan evaluasi semua, dan me-refresh seluruh program-program yang ada, termasuk menyiapkan sejumlah atlet yang berpotensi untuk ke depannya," sambungnya, seusai turnamen selesai.

Ricky juga menambahkan bahwa semua nomor yang ada di pemusatan latihan nasional di Cipayung akan dievaluasi.

"Tentu masing-masing nomor di pelatnas terutama yang ikut dalam turnamen ini akan dievaluasi semua. Rencananya, pekan depan kita akan mulai mendiskusikan dengan para pelatih. Kita akan sharing dan tegaskan bahwa ikut event ini bukan sekadar partisipasi melainkan ada target yang ingin dicapai," terangnya.

"Yang jelas, tidak tercapainya dua gelar yang ditargetkan merupakan kegagalan kita. Saya sebagai manajer tim mengaku gagal dan meminta maaf."

Senada, Kepala Bidang Pembinaan Prestadi PBSI, Rexy Mainaky, mengakui jika timnya saat ini memang gagal.

"Kalau mau membicarakan target kita memang gagal. Dari Indonesia Open tahun lalu yang bisa merebut satu gelar juara. Tahun ini kita tidak dapat gelar sama sekali. Kita memang gagal. Makanya dalam hal ini kita harus evaluasi," katanya.

Rexy menambahkan, nantinya evaluasi program yang dilakukan tidak hanya atlet di pelatnas. Tapi juga program yang sudah dijalankan oleh para pelatih harus segera diperbaharui.

"Artinya kita akan melakukan perombakan tim pendukung untuk para atlet. Selain itu kita akan mencoba untuk menghidupkan lagi pusdiklat-pusdiklat untuk para atlet," katanya.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads