Petenis rangking satu dunia itu secara mengejutkan dikandaskan oleh petenis Australia berusia 19 tahun, Nick Kyrgios dalam pertarungan ketat sepanjang empat set dengan 6-7(5), 7-5, 6-7(5), 6-3 yang tuntas Rabu (2/7) dinihari WIB.
Kyrgios, menempati peringkat 144 dunia tampil superior di sepanjang pertandingan. Bermodalkan servis-servis keras dan terarah, petenis berusia 19 tahun itu mencetak 37 ace dan 70 winner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal pada awalnya Wimbledon bisa dibilang bukan turnamen yang "tak ramah" bagi Nadal. Pasalnya dari 2006-2011, petenis berusia 28 tahun itu selalu berhasil menjejak hingga partai final (absen pada 2009) dan menjuarai dua edisi di antaranya pada 2008 dan 2010.
"Aku tidak bisa menebak arah servis dia (Kyrigos) di sepanjang pertandingan," aku Nadal yang dikutip dari situs resmi ATP. "Aku tidak cukup mampu mengembalikan servisnya. Di tie-break dia bisa melakukan servis yang lebih baik dan itu sebuah keuntungan."
"Selamat untuk dia. Aku sudah bertarung hingga akhir di setiap pertandingannya. Aku bisa bermain tenis yang bagus di permukaan ini. Itu sesuatu yang tidak bisa aku lakukan dalam dua tahun terakhir," sambung pemilik 14 titel Grand Slam itu.
Nadal masih berpeluang memperbaiki musimnya dengan sejumlah turnamen hard-court di Amerika Utara beberapa pekan lagi. Ia adalah juara bertahan ATP World Tour Masters 1000 di Montreal dan Cincinnati juga juara bertahan di AS Terbuka.
"Selanjutnya bagiku, aku akan pergi ke pantai Mallorca. Aku akan menikmati liburan beberapa pekan dengan cuaca yang bagus di sana bersama keluarga dan teman-teman," lanjut Nadal.
"Setelah beberapa pekan, aku akan mulai kembali berlatih untuk mempersiapkan bagian penting lainnya di musim ini."
(rin/cas)











































