Pada pertandingan final yang tuntas Sabtu (5/7/2014), berjalan anti-klimaks. Kvitova terbukti terlalu tangguh bagi Bouchard. Hal itu terlihat dalam statistik BBC.
Kvitova menciptakan 28 winners berbanding delapan milik Bouchard. Sebanyak 82 persen servis pertama Kvitova berbuah poin sementara Bouchard jauh di bawahnya dengan 46 persen saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku hanya ingin berada di sini lagi untuk menerima trofi dan aku berhasil," seru Kvitova yang dilansir Sky Sports.
"Tadi adalah sebuah pertandingan yang sulit. Sungguh sangat berarti bisa kembali ke sini untuk menerima trofi ini untuk kedua kalinya," sambung dia.
Ini adalah titel Grand Slam kedua bagi Kvitova dalam kariernya. Sebelumnya, Kvitova tampil sebagai juara di Wimbledon pada 2011 dengan mengalahkan Maria Sharapova di final.
(rin/roz)











































