Endorsement AS Terbuka Terhambat, Tami: Pelti Jangan Campur Aduk Masalah

Endorsement AS Terbuka Terhambat, Tami: Pelti Jangan Campur Aduk Masalah

- Sport
Kamis, 17 Jul 2014 15:30 WIB
Jakarta - PP Pelti tak mengeluarkan surat izin buat Tami Grende tampil di AS Terbuka dengan dalih masih ada masalah antara sang petenis dengan klubnya. Atas hal tersebut Tami menganggap Pelti mencampuradukkan masalah.

Seperti diberitakan sebelumnya, PP Pelti telah mengirimkan undangan kepada Tami dan ayahnya, Olivier Nicholas Grende pada Selasa (15/7) kemarin. Undangan ini selain untuk pemberian endorsement menuju AS Terbuka, tapi juga penyelesaian kasus antara Tami dan klubnya, Sportama yang sudah cukup lama.

Perselisihan antara Tami dan klubnya sendiri bermula ketika Tami keluar dari klubnya tahun 2013. Saat itu Tami yang dikontrak selama 1 tahun ditargetkan masuk dalam rangking 100 besar dunia. Namun hal itu tak tercapai, hingga akhirnya klub terpaksa mengistirahatkan Tami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, pihak Tami mengganggap proses 'istirahat' itu artinya diberhentikan. Lantaran sikap Tami itu, petenis keturunan Bali-Italian ini diminta ganti rugi uang pembinaan sebesar Rp 528 juta oleh klubnya.

Namun Tami tak bisa mengganti dan akhirnya meminta Pelti menjadi penengah atas sengketa keduanya.

Di pertengahan jalan mediasi, pihak Tami justru tidak mengikuti aturan yang ada. Tami keluar jalur. Hingga akhirnya berdampak pada keengganan Pelti untuk mengeluarkan endorsement kepada Tami terkait program ITF ke AS Terbuka.

‎Sebelumnya, Kabidbinpres junior Aga Soemarno mengatakan, pihaknya bisa saja memberikan endorsement asal persoalan dengan klubnya sudah selesai.

Pelti bahkan membuka diri dengan memberikan undangan kepada Tami dan ayahnya, Olivier Nicholas Grende di Kantor PP Pelti, pada Jumat (18/7) besok, untuk penyelesaian kasusnya. Sayangnya, pihak Tami tidak bisa memenuhi undangan karena berbenturan dengan agendanya yang lain.

Pada email balasan yang diterima detikSport, Kamis (17/7/2014), Tami tidak hanya meminta pengaturan ulang Jadwal. Tapi juga memohon agar Pelti tidak menggabungkan persoalan klubnya, dengan surat endorsement yang ia minta kepada Pelti.

"Terima kasih atas balasannya. Saya pikir masalah sudah selesai pada waktu saya berbicara lewat telepon bersama Presiden PP Pelti, Pak Maman. Ternyata, saya tidak didaftarkan ke dalam Youth Olympic Games di Nanjing pada bulan Agustus 2014. Kenapa? Apa salah saya? Saya ingin sekali membela nama Indonesia di Youth Olympic yang mendatang," tulis tami dalam emailnya.

"Maaf saya tidak bisa datang di waktu yang Bapak tentukan, karena waktu yang Bapak tentukan bersamaan degan jadwal acara saya. Saya bisa datang/bertemu minggu depan, Sabtu/Minggu tgl 26/27 Juli 2014. Saya hanya minta dari PP Pelti untuk menandatangani endorsement letter untuk ITF Team ke Amerika, supaya saya bisa mendapatkan kembali kepercayaan saya kepada PP Pelti," lanjut dia.

"N.B. Mohon tidak menggabungkan masalah Sportama dengan permintaan saya, karena masalah Sportama hanya terkait dengan orangtua saya dan merupakan masalah pribadi. Saya selalu ingin membawa nama baik bangsa Indonesia. Indonesia Jaya!!," tutup email itu.

(mcy/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads