Kesempatan emas itu didapatkan pasangan rangking ke-30 dunia tersebut seiring adanya pemain yang mundur di nomor serupa. Sebelumnya, Praveen/Debby masih di urutan daftar tunggu kesepuluh.
Pelatih ganda campuran pemusatan latihan nasional (pelatnas) bulutangkis Richard Mainaky menyambut gembira. Meski sulit mengharapkan gelar juara dari Praveen/Debby, setidaknya satu kursi itu menjadi pengganti setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTargetnya bisa masuk babak empat besar dan meraih medali, atau setidaknya masuk dulu babak delapan besar. Lawan-lawann yang akan dihadapi kan sudah tahu siapa-siapa saja, jadi sudah bisa lah mempersiapkan diri,β ujar pelatih yang berasal dari Ternate, Maluku tersebut.
Praveen/Debby merupakan pasangan yang diduetkan pada awal tahun 2014. Keduanya memulai debut di turnamen Malaysia Open Super Series Premier 2014 dan langsung melesat ke babak delapan besar dengan menumbangkan lawan yang lebih diunggulkan.
Praveen pun antusias. Dia tak sabar untuk tampil dalam ajang tahunan bikinan BWF tersebut.
βSaya senang sekaligus kaget juga ternyata bisa lolos ke Kejuaraan Dunia 2014. Sejak berpasangan awal tahun 2014 dengan Debby, kami berusaha untuk meraih poin ke Kejuaraan Dunia 2014 dan hasilnya belum masuk, padahal bedanya sedikit lagi,β kata Praveen.
βJelang Kejuaraan Dunia 2014, saya dan Debby mendapat program latihan khusus. Intensitas dan jam latihannya ditambah. Kami berharap bisa tampil bagus di kejuaraan berkelas ini. Saya belum pernah bermain di kejuaraan bergengsi seperti ini, sebuah pengalaman berharga untuk saya,β ujar Praveen.
Selain Praveen/Debby, nomor ganda campuran Indonesia bakal diwakili tiga pasangan lain. Mereka adalah Riky Widianto/Richi Puspita Dili, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet serta Marcus Fernaldi Gideon/Rizki Amelia Pradipta.
(fem/a2s)











































