Pasukan Merah Putih mengirim 17 pemain dalam Kejuaraan Dunia di Ballerup Super Arena, Kopenhagen, Denmark mulai 25-31 Agustus. Semestinya pasukan 'Merah Putih' meloloskan lebih banyak pemain ke ajang tersebut. Namun, menjelang turnamen bergulir, tim Indonesia malah dihantam cedera.
Yang membuat kian menderita, mereka yang dibekap cedera adalah para pemain top. Tontowi Ahmad cedera engkel. Otomatis ganda campuran berkurang satu. Ahsan juga harus masuk ruang perawatan karena cedera pinggang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa para pemain itu PBSI pun merevisi target. Bukan lagi meneruskan dua medali emas seperti yang dicapai tahun lalu, tapi hanya minimal final untuk tunggal putra dan ganda putri.
Tanpa Simon, Indonesia hanya bertumpu kepada Tommy Sugiarto di sektor tunggal putra. Artinya Tommy harus berjuang sendirian untuk mencapai target itu.
Dari drawing yang didapatkan Tommy terpisah bagan dari ungguan pertama, Lee Chong Wei (Malaysia). Jika skenario berjalan lancar, Tommy berebut tiket final dengan unggulan kedua Chen Long (China).
Tapi melongok penampilan Tommy belakangan, performanya belum oke. Tommy belum meraih satu titel pun tahun ini.
Tunggal putri diwakili Linda Wenifanetri dan Bellaetrix Manuputty. Sektor ganda putra masih menyisakan tiga pasangan. Mereka Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Ricky Karanda Suwardi/Berry Angriawan dan Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon.
Ganda putri dan ganda campuran malah tetap menurunkan empat pasangan. Di sektor ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris, Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah, dan Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta.
Nomor ganda campuran diperkuat Praveen Jordan/Debby Susanto, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet, Marcus Fernaldi Gideon/Rizki Amelia Pradipta.
Jika disimak, Indonesia mendapatkan kembali titel juara Kejuaraan Dunia di 2013. Ahnsan/Hendra dan Tontowi/Liliyana yang mendonasikan gelar juara. Pada tiga edisi sebelumnya, 2009, 2010 dan 2011, 'Merah Putih' pulang dengan tangan hampa.
(fem/din)











































