Di ajang tersebut dua pasangan juara bertahan dari Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, tak berpartisipasi akibat cederanya Tontowi dan Ahsan. Selain itu Simon Santoso yang penampilannya sedang menanjak pun tak bisa tampil karena terserang demam berdarah.
Walhasil perhatian publik pecinta bulutangkis di Tanah Air dan harapan untuk unjuk gigi mengarah ke pemain-pemain lain yang bisa tampil. Pasangan ganda putri Greysia/Nitya, misalnya, yang menjadi ganda putri andalan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, Greysia menegaskan bahwa perhatian maupun harapan publik terhadap dirinya, pasangan mainnya, dan juga rekan-rekannya yang lain di ajang kali ini sebisa mungkin takkan terlalu dipikirkan karena tak mau malah menjadi beban.
"Kami nggak mau mikirin beban, mau dilupakan saja beban itu. Kalau dibilang absennya pemain-pemain andalan membuat kami jadi harapan, ya diambil dari segi positifnya saja. Mungkin ini pertanda bahwa sudah seharusnya kami siap menjadi andalan dan dikasih beban," ujar Greysia seperti dilansir Badminton Indonesia.
"Harapan ini jangan sampai jadi batu sandungan buat kami. Kalau ditanya soal deg-degan, nggak juga ya, karena kami nggak mau ingat-ingat soal ini. Yang penting main sebagus mungkin dan berikan yang terbaik," tambahnya.
(krs/mrp)











































