Menyongsong Final Spesial Antara Nishikori dengan Cilic

AS Terbuka

Menyongsong Final Spesial Antara Nishikori dengan Cilic

- Sport
Senin, 08 Sep 2014 10:57 WIB
Menyongsong Final Spesial Antara Nishikori dengan Cilic
Olahan (Getty Images)
New York - Kei Nishikori dan Marin Cilic bersiap memainkan pertandingan final nan spesial di AS Terbuka 2014. Siapapun yang jadi pemenang dalam duel itu akan meraih titel Grand Slam pertamanya.

Baik Nishikori (24 tahun) maupun Cilic (25 tahun) menghadirkan kejutan di gelaran AS Terbuka kali ini. Nishikori, petenis asal Jepang yang jadi unggulan 10, maju ke final usai melewati petenis unggulan macam Stan Wawrinka (unggulan 3) lalu Novak Djokovic (unggulan 1). Sementara Cilic, petenis Kroasia yang jadi unggulan 14, sampai ke partai puncak setelah di antaranya menyungkurkan Tomas Berdych (unggulan 6) dan kemudian Roger Federer (unggulan 2).

Hasil tersebut membuat Nishikori menjadi petenis putra Asia pertama yang sampai ke final ajang Grand Slam. Sebelum ini prestasi terbaiknya di ajang tersebut adalah mencapai perempatfinal Australia Terbuka 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku harap akan ada banyak orang yang menyaksikan (di Jepang). Aku sedikit terkejut bisa sampai ke final tapi amat gembira sudah ikut menorehkan sejarah, petenis putra Asia di final. Aku harap bisa menang dan membuat sejarah lagi," harapnya seperti dilansir Reuters.

Sementara Cilic akan melakoni final ini setelah 11 bulan kembali beraksi di lapangan tenis, menyusul hukuman terkait obat-obatan yang sempat membuat masa depannya dipertanyakan. Atas kasus tersebut Cilic, yang hukumannya direduksi jadi empat bulan dari vonis awal sembilan bulan, selalu menegaskan tak pernah menggunakan zat terlarang dengan sengaja. Ini merupakan final grand slam pertamanya setelah sebelum ini capaian terbaiknya adalah mencapai semifinal Australia Terbuka 2010.

"Untuk petenis-petenis top, (sampai ke final) akan terasa normal. Tapi buat yang mencapainya untuk kali pertama, rasanya seperti jadi capaian terbaik dalam karier," tutur Cilic.

Dengan Nishikori atau Cilic bakal dipastikan tampil sebagai juara AS Terbuka dan meraih titel grand slam pertamanya, tahun 2014 ini pun bakal memiliki dua petenis putra yang baru kali ini menggondol gelar bergengsi tersebut. Sebelumnya ada Wawrinka di Australia Terbuka.

Infostrada Live mencatat, kali terakhir ada setidaknya dua petenis putra yang baru kali pertama menjuarai grand slam di tahun yang sama adalah pada tahun 2003, seiring keberhasilan Juan Carlos Ferrero di Roland Garros, Roger Federer di Wimbledon, dan Andy Roddick di AS Terbuka.

"Ini akan menjadi hari spesial buat kami berdua, sebuah peluang buat kami untuk menjuarai sebuah grand slam, menjadi bagian dari sejarah. Lapangan nanti bakal sarat dengan emosi," tutur Cilic.

"Kami punya gaya berbeda. Aku pikir ini akan jadi pertarungan adu taktik yang bagus," lanjutnya mengacu ke pertandingan yang bakal dihelat pada hari Selasa (9/9/2014) dinihari WIB tersebut.

Yang menarik, keberadaan Nishikori dan Cilic di final putra AS Terbuka, plus keberhasilan Serena Willias menggondol titel AS Terbuka nomor tunggal putri, juga membuat tak satupun petenis nomor tunggal yang bisa menjuarai dua grand slam berbeda tahun ini.

Di awal tahun di Australia Terbuka ada Wawrinka dan Li Na yang jadi juara. Selanjutnya ada Rafael Nadal dan Maria Sharapova yang berjaya di Roland Garros. Setelah itu Novak Djokovic dan Petra Kvitova jadi kampiun di Wimbledon.

Dalam catatan Infostrada Live, ini akan menjadi tahun ketiga di era Open bahwa empat gelaran grand slam dalam satu tahun yang sama di nomor tunggal, putra dan putri, menghadirkan delapan nama pemenang berbeda. Sebelum tahun 2014 ini, hal serupa hadir pada tahun 1990 dan 1998.



(krs/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads