Kehadiran Marin Cilic dan Kei Nishikori di final AS Terbuka 2014 sekaligus memunculkan indikasi potensi bertambahnya ancaman dari "petenis baris kedua" terhadap para seniornya.
Di luar petenis big four putra sebelum tahun ini, cuma ada Marat Safin (juara Australia Terbuka 2005) dan Juan Martin Del Potro (juara AS Terbuka 2009) yang menjuarai grand slam dalam satu dekade terakhir.
Akan tetapi, tahun ini malah sudah ada Stanislas Wawrinka yang membuat kejutan dengan menjuarai Australia Terbuka disusul kemudian Cilic yang memenangi AS Terbuka, Selasa (9/9/2014) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menilik usia, Cilic (25 tahun) dan Nishikori (24 tahun), mereka tak pelak sekaligus digadang-gadang sebagai sebuah ancaman potensial untuk petenis yang sudah lebih mapan macam Novak Djokovic (27 tahun), Andy Murray (27 tahun), Rafael Nadal (28 tahun), dan Roger Federer (33 tahun).
Bersama Cilic dan Nishikori sebagai "petenis putra dari baris kedua" ada pula nama-nama macam Grigor Dimitrov (23 tahun) yang tahun ini dihentikan Djokovic di semifinal Wimbledon dan Milos Raonic (23 tahun) yang juga terhenti di babak empat besar Wimbledon di tangan Roger Federer.
"Aku pikir itu menjadi kabar bagus buat tenis. Banyak petenis muda yang mencuri perhatian. (Grigor) Dimitrov, (Milos) Raonic masuk semifinal Wimbledon. Aku pikir itu bagus buat tenis," nilai Nishikori di Reuters.
"Buatku sendiri, dalam dua tahun terakhir aku tidak tampil bagus. Tak pernah masuk semifinal ataupun perempatfinal. Jadi itulah targetku tahun ini, sampai ke semifinal. Dan aku melakukannya tahun ini," ucap petenis yang tahun ini mencatatkan hasil 7-4 lawan petenis 10 besar.
Sementara itu Cilic belum mau terburu-buru memproklamirkan awal dari era baru di tenis putra dan menyebut keberhasilannya saat ini tak lepas dari peruntungannya. Namun, ia juga yakin bahwa pada saatnya nanti para petenis top saat ini pun akan digantikan oleh sosok lain.
"Banyak yang bilang orang-orang lebih senang menyaksikan petenis empat besar untuk melanggengkan posisinya di atas dan memperpanjang lajunya di grand slam karena mereka menarik penggemar dan TV. Tapi suatu hari mereka pasti akan keluar (dari posisi atas) dan digantikan oleh orang lain," sebutnya.
"Tahun ini aku merasa para petenis putra dari baris kedua sedikit beruntung karena Andy Murray juga mengalami masalah dengan punggungnya; performa (Stanislas) Wawrinka naik-turun setelah Australia dan sejumlah pemain lain tidak selalu tampil maksimal.
"Dan Rafa (Nadal) tak ada di sini. Jadi itu sedikit membuka gerbang untuk para petenis lainnya. Aku merasa persaingan akan lebih sengit tahun depan. Aku pikir tenis akan berevolusi lebih jauh," prediksi Cilic.
Apapun, Cilic sebagai peraih satu titel grand slam, bersama-sama dengan Nishikori yang kini sudah berstatus finalis satu grand slam, plus Raonic dan Dimitrov, niscaya akan sangat diperhitungkan oleh para seniornya di turnamen-turnamen mendatang.
(krs/a2s)











































