Mantan pebulutangkis nasional Chandra Wijaya kembali menggelar kejuaraan khusus ganda putra bertajuk 6th Yonex-Sunrise Men's Doubles Championship 2014.
Ajang yang akan digelar di GOR Asia-Afrika Senayan, Jakarta, pada 1-4 Oktober ini akan memperebutkan total hadiah 25 ribu dolar AS.
"Apa yang saya lakukan ini semuanya saya dedikasikan kepada perbulutangkisan Indonesia. Pergelaran ini merupakan salah satu balas budi sekaligus ucapan terimakasih saya kepada βolahraga yang telah membesarkan nama saya. Makanya saya sangat ingin sekali menggelar ini," kata Chandra dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai gambaran, sejak dulu hingga sekarang, sektor ganda putra kerap mengharumkan nama bangsa dan negara di arena internasional. βDimulai dari pentas Olimpiade, tiga pasangan Indonesia mampu mempersembahkan emas untuk Indonesia. Mereka adalah pasangan Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky pada olimpiade Atlanta 1996, berikutnya Candra Wijaya/Tony Gunawaβn pada Olimpiade Sydney 2000, dan Markis Kido/Hendra Setiawan pada Olimpiade Beijing 2008.
Tak cukup sampai disitu, di ajang All England juga sangat kuat. Tercatat beberapa nama seperti Christian Hadinata/Ade Chandra, Tjun Tjun/Johan Wahyudi, Kartono/Heryanto, Eddy Hartono/Gunawan, Gunawan/Bambang supriyanto, Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky, Candra Wijaya/Sigit Budiarti, dan terakhir Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada tahun 2014.
"Paling tidak lewat kejuaraan khusus ganda putra ini kami ingin ikut mendedikasikan diri bagi dunia bulutangkis. Caranya dengan menelurkan bibit-bibit pemain andal dari nomor ganda putra. Semoga ajang ini bisa dimanfaatkan para peserta untuk terus menimba ilmu dan kelak bisa menjadi generasi penerus dan mampu menjaga supremasi bulutangkis Indonesia," βharap Chandra.
Setali tiga uang, Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI Ricky Soebagdja mengatakan, ajang ini memiliki maksud dan tujuan yang sangat bagus. Artinya, event ini berbeda dari ajang yang pernah ada sebelumnya, dimana hanya mempertandingkan nomor ganda saja.
"βSaya sangat mendukung karena komitmen dari Chandra sendiri sangat luar biasa. Dengan melanjutkan event ini berarti melanjutkan kejayaan di nomor ganda. Ini sangat untuk membentuk bibit baru juga," ujar Ricky.
Kejuaraan khusus ganda putra ini akan mempertandingkan kelompok umur U-13, U-15, U-17, U-19, dewasa, dan veteran. Akan ada 4-5 negara luar yang juga ikut berpartisipasi di antaranya Singapura dan Malaysia. Total peserta ditargetkan sekitar 600 pasang.
Selain pertandingan, rencananya panitia akan memberikan pernghargaan kepada tokoh bulutangkis yang juga mantan Ketua Umum PBSI masa Bakti 2001-2004, Chairul Tanjung.
Ingin Masuk Kalender BWF
Pada kesempatan yang sama Chandra mengungkapkan keinginannya supaya kejuaraan ini menjadi event resmi BWF.
"Sebenarnya sudah sejak lama saya berkeinginan agar ajang ini bisa masuk kalender BWF. Tapi karena hanya mempertandingkan satu gender, jadinya tidak bisa," ungkapnya.
Namun begitu, ia tetap berkeyakinan, ajang yang dibentuknya sejak enam tahun silam ini ke depan bisa berjalan sebagai salah satu event tetap BWF. Hal ini bukan tanpa alasan karena beberapa tahun terakhir dirinya terus melakukan berbagai usaha untuk bisa memuluskan niatnya tersebut.
"Saya sudah melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak. Satu di antaranya PP PBSI yang kebetulan ikut mendukung. Rencananya, saya juga akan mengirim surat kembali secara langsung kepada pihak terkait seperti sponsor, BWF-nya juga. Di samping itu saya juga melakukan peningkatan kualitas standar dari event ini. Minimal dibuat lebih prestise lagi karena ini 'kan event internasional," katanya.
"Saya sih tetap berkeyakinan karena memang nomor ganda putra ini sangat digandrungi. Selain itu ajang ini sangat menginspirasi dan bisa saja Indonesia menjadi pencetusnya, dengan harapan negara lain bisa mengikuti. Target saya minimal tahun depan. Kalau tidak bisa juga dua atau tiga tahun lagi," simpulnya. (mcy/a2s)











































