Indonesia tak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan Maladewa pada pertandingan di Gyeyang Gymnasium, Sabtu (20/9/2014). Tiga pemain tunggal yang diturunkan berhasil membabat habis wakil Maladewa dengan skor-skor telak.
Linda yang tampil pertama membuka kemenangan Indonesia. Tunggal putri peringkat 28 dunia itu menundukkan Aishath Afnaan Rasheed dengan skor 21-6, 21-9 dalam waktu 19 menit.
"Walaupun kami masih lebih diunggulkan, tapi kami tidak menanggap remeh lawan. Pada pertandingan ini, saya mendapat kesempatan untuk mencoba lapangan yang memang ternyata anginnya cukup kencang dan lampunya agak silau," ujar Linda kepada Badmintonindonesia.org seusai pertandingan.
Pada pertandingan kedua, Bellaetrix Manuputty menang mudah atas Aminath Shahuru Naaz dan membawa Indonesia memimpin 2-0. Bella menang dengan skor 21-3, 21-3 hanya dalam waktu 16 menit.
"Awalnya saya mau mencoba-coba pukulan, menyesuaikan dengan lapangan. Tetapi lawannya masih belum imbang dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Jadi saya menang cukup mudah dan pertandingan berlangsung cepat. Di sisi lain, kami bisa punya waktu yang agak panjang untuk istirahat jelang laga selanjutnya," kata Bella.
Kemenangan Indonesia dipastikan oleh pemain muda Hanna Ramadini. Hanna yang masih berusia 19 tahun mengalahkan Aminath Nabeeha Abdul Razzaq dengan skor 21-4, 21-3, juga dalam waktu 16 menit.
"Lawan memang kelasnya masih di bawah saya, tapi saya bersyukur bisa menang dan menyumbang poin untuk tim saya. Ini adalah pengalaman pertama saya bermain di nomor beregu di kejuaraan sebesar Asian Games, jadi kemenangan ini penting untuk saya dalam menambah rasa percaya diri," ujar Hanna.
Kemenangan langsung 3-0 membuat dua nomor ganda putri tidak dimainkan. Pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah pun tak turun ke lapangan.
Di babak perempatfinal, Indonesia sudah ditunggu tim Jepang. Pertandingan akan dilangsungkan pada hari ini juga, mulai pukul 18.00 waktu Incheon.
"Menurut prediksi kami, pertandingan akan berlangsung ramai, kemungkinan skor akan berakhir dengan kedudukan 3-2. Kami juga agak sulit memperkirakan nomor-nomor mana saja yang bisa meraih poin karena semua nomor punya kans untuk menyumbang angka. Peluang tetap terbuka,” kata manajer tim Indonesia, Lius Pongoh, soal laga melawan Jepang.
"Pokoknya anak-anak harus mainnya mati-matian dulu deh. Kalau mau menghadapi Jepang ya harus sama seperti mereka, punya semangat yang tinggi. Atlet kita kadang masih kalah semangatnya sama tim lain, sekarang jangan sampai kalah semangat," ujarnya.
(mfi/mfi)










































