Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014 telah dilakukan di Gor Djarum, Jati, Kudus, pada 5-7 September lalu. Diikuti 1.380 pebulutangkis muda berusia 10-15 tahun yang datang dari 30 propinsi dari tanah air, para peserta harus melewati berbagai tahapan ketat.
Dalam prosesnya, peserta kemudian tersaring menjadi 484 orang putra dan putri. Selanjutnya disaring kembali menjadi 166 peserta, hingga akhirnya 42 peserta berhasil mengikuti masa karantina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 25 pemain muda yang kami jaring lewat audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014 secara kualitas mereka adalah yang terbaik. Mereka yang lolos audisi juga memiliki bakat dan keterampilan yang sangat menjanjikan, baik dari segi skill, keterampilan, teknik, fisik, semangat, kesehatan, dan aspek psikologi," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin dalam jumpa persnya di FX Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2014).
Dijelaskan Yoppy, mereka yang terpilih tidak hanya βberasal dari kota-kota di pulau Jawa saja. Di antaranya ada yang asal Nanggroe Aceh Darussalam, Lampung, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
"Dari hasil audisi ini bisa terlihat kalau bibit pemain-pemain berbakat sebenarnya bisa datang dari mana saja," lanjutnya.
Senada, manajer tim PB Djarum, Fung Permadi mengatakan, dengan terpilihnya pemain-pemian yang lolos audisi ini tugasnya bukan berarti sudah selesai. Sebaliknya ini merupakan babak awal pembentukan pemain muda untuk bisa menjadi juara dunia di masa mendatang.
"Mereka semua sudah menunjukkan bakat yang luar biasa. Sekarang tinggal tugas kami untuk mengantarkan pemain-pemain berbakat ini untuk menjadi juara dunia di masa yang akan datang," Fung.
Ananda Kusuma Atmadja Pohan asal Nanggroe Aceh Darussalam mengungkapkan perasaan bahagianya setelah terpilih menjadi satu dari sekian ribuan peserta audisi.
"Senang banget karena ini pertama kalinya saya iut audisi ini dan langsung bisa masuk di PB Djarum. Dengan bisa jadi atlet Djarum saya berharap bisa berlanjut ke jenjang berikutnya menjdi atlet nasional dan bisa mengbanggakan orangtua," kata Jovica.
(mcy/din)











































