Prediksi Benahi Ganda Putri Enam Tahun, Eng Hian Tuai Hasil di Bulan Keenam

Prediksi Benahi Ganda Putri Enam Tahun, Eng Hian Tuai Hasil di Bulan Keenam

- Sport
Rabu, 01 Okt 2014 13:14 WIB
Prediksi Benahi Ganda Putri Enam Tahun, Eng Hian Tuai Hasil di Bulan Keenam
Badminton Indonesia
Jakarta -

Tak diunggulkan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari malah menjadi pembuka perolehan medali emas untuk Indonesia pada Asian Games XVII/2014. Sang pelatih, Eng Hian, menyebut perombakan besar-besaran di sektor itu jadi kunci sukses.

Greysia/Nitya berhasil meraih emas dengan menumbangkan ganda Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, 21-15, 21-9 di partai final. Kejutan bahkan sudah dilakukan ketika pasangan nomor 10 dunia itu menggulingkan juara bertahan yang sekaligus juara Olimpiade Tian Qing/Zhao Yunlei di semifinal.

Eng Hian pun gembira luar biasa. Sebab, pria yang sempat menjadi pelatih tim nasional Singapura itu tak menyangka skenario yang diterapkan di pelatnas Cipayung untuk nomor ganda putri menunjukkan hasil lebih cepat dari perkiraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saat kembali ke pelatnas, saya bilang kepada Rexy Mainaky kalau saya butuh waktu panjang untuk meningkatkan prestasi mereka. Saat itu fokusnya adalah persiapkan meraih juara All England dan Kejuaraan Dunia,” ujar Eng Hian.

“Di ganda putri itu ramai doang, soul (jiwa) nya tidak ada. Ketika melihat kondisi sektor ganda putri seperti itu, saya langsung berpikir untuk merombak total program latihan mereka dari awal lagi dan mengubah pola mindset mereka terhadap bulutangkis," ucap pelatih yang akrab disapa Didi itu.

Eng Hian pun tak terkejut ketika para pemain ganda putri menilai porsi latihan yang diberikan dia terlalu berat. Situasi itu berbeda dengan apa yang dihadapi para pemain putri pada hari-hari sebelumnya. Tak asal perintah, Eng Hian mengajak bicara anak asuh dia.

“Saya lebih banyak diskusi dengan mereka. Saya ingin mereka menyadari dulu tujuan mereka di Cipayung itu apa? Atau minimal tujuan mereka main bulutangkis tuh apa? Kalau mereka sudah mengerti dan menyadari bahwa profesi mereka di bulutangkis pasti kedepannya mereka bakal all out," beber dia.

“Mungkin karena dari segi usia dan pengalaman hidup mereka sehingga untuk menyerap apa yang dikatakan jadi lebih cepat ketimbang yang muda,” jelas peraih medali perunggu ganda putra pada Olimpiade 2004 itu.

(mcy/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads