Greysia dan Nitya Krishinda Maheswari sukses meraih emas Asian Games dengan menumbangkan pasnagan Jepang Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo di partai final di Gyeyang Gymnasium, Incheon pada 27 September. Emas itu sekaligus menjadi perolehan pertama bagi kontingen Indonesia.
Namun, ada satu hal yang membuat Greysia makin gembira. Pebulutangkis 27 tahun itu mendapatkan jawaban terbaik atas keputusan besar yang diambil dua tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, di waktu yang sama, saya coba menguatkan diri saya sendiri, 'Saya harus cukup kuat menghadapi ini," kenang dia.

Ya, kala itu Greysia yang masih berpasangan dengan Meiliana Jauhari melewati Olimpiade dengan catatan tak oke. Alih-alih menuai medali, keduanya malah diganjar kartu hitam oleh wasit yang memimpin pertandingan. Pertandingan masih sempat dilanjutkan tapi peringatan wasit tampaknya tak dihiraukan. Empat pemain pun kemudian didiskualifikasi.
Greysia/Meiliana termasuk salah satu dari empat pasangan ganda putri yang divonis bersalah dan didepak dari Olimpiade 2012 itu. PBSI kemudian memberikan hukuman larangan bertanding selama tiga bulan.
Kini, 'dosa' itu sudah ditebus. Sekeping emas diberikan untuk Indonesia. Greysia pun berani menatap ke depan. Kebetulan ada turnamen akbar dua tahun lagi: Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.
"Tujuan kami ke depan adalah bisa tampil di Olimpaide 2016 di Rio de Janeiro. Jalan yang panjangβ¦.kami akan terus bermain dengan konsisten dan tampil lebih dulu di Kejuaraan Dunia yang kebetulan digulrikan di Indonesia," ucap Greysia.
(fem/nds)










































