Selalu disepelekan, sektor ganda putri membuat kejutan di asian Games XVII/2014 di Incheon, Korea Sleatan. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sukses mengantongi medali emas.
Tapi, nomor tunggal putri yang juga kerap kali dipandang rendah belum sanggup menunjukkan hasil apapun. Bella terhenti di babak perempatfinal. Dia kandas di tangan pebulutangkis China Li Xuerui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βPencapaian di nomor ganda putri memberikan harapan baru bagi peta perbulutangkisan ganda putri dunia. Semoga apa yang dicapai Greysia/Nitya dapat menginspirasi pemain-pemain lain, terutama para junior,β kata Gita seperti dikutip Badminton Indonesia.
Senada, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Rexy Mainaky menyebut sudah saatnya sektor tunggal putri menunjukkan peningkatan prestasi. Dia tak habis mengerti kenapa pemain tunggal putri tak juga mampu tampil meyakinkan, bahkan ketika menghadapi pemain-pemain yang mempunyai ranking di bawah mereka.
βSaya berharap tunggal putri bisa mengikuti jejak ganda putri. Jangan lagi di tunggal putri kalah lagi jika berhadapan dengan lawan yang seharusnya tak panatas untuk kalah," kata Rexy.
"Pemain-pemain di ganda putri sudah menunjukkan kemajuan, bukan cuma Greysia/Nitya. Misalnya Rosyita (Eka Putri Sari)/Mareta (Dea Giovani). Walau kalah dari pemain yang lebih senior, tapi mereka penampilannya bagus dan menjanjikan," beber pria asal Ternate itu.
(fem/din)











































