"Target kami setiap mengikuti turnamen pasti juara, namun persiapan kami ke turnamen ini kurang maksimal karena hanya latihan seminggu setelah kembali dari Asian Games 2014. Namun, kami tetap mau hasil terbaik," ujar Hendra kepada Badmintonindonesia.org.
Hasil undian tak terlalu menguntungkan untuk Hendra/Ahsan. Ganda putra peringkat dua dunia itu masuk pool bawah bersama lawan-lawan yang cukup berat dari China, Jepang, dan Taiwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga semifinal diperkirakan akan mempertemukan Hendra/Ahsan dengan unggulan keempat asal Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, atau Juara Dunia 2014, Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol, dari Korea Selatan. Partai final ideal diharapkan terjadi antara Hendra/Ahsan melawan musuh bebuyutan mereka asal Korsel, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.
Di final turnamen yang sama tahun lalu, Hendra/Ahsan harus mengakui keunggulan Lee/Yoo. Akan tetapi, mereka berhasil memetik kemenangan atas Lee/Yoo pada pertemuan terakhir di Asian Games 2014.
"Kalau tahun lalu hasilnya jadi finalis, minimal tahun ini masuk final dulu, kalau bisa juara, tapi fokus di satu demi satu pertandingan," ujar Hendra.
"Dari babak awal kami sudah dapat lawan yang cukup berat. Hasil undian memang bisa dibilang kurang menguntungkan, banyak pasangan kuat numpuk di pool bawah, tetapi tidak apa-apa kok, jalani saja," sambungnya.
Bicara soal persiapan, Hendra mengatakan dirinya dan Ahsan banyak menjalani latihan teknik di sela-sela persiapan yang terbilang sempit usai Asian Games 2014. Ditambah lagi, kejuaraan ini dilangsungkan di Eropa dan keduanya mesti melewati perjalanan yang cukup jauh. Namun, dikatakan Hendra, hal ini tidak menjadi masalah karena mereka sudah berpengalaman dan terbiasa dengan jadwal pertandingan yang padat.
(mfi/rin)











































