Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses melewati babak pertama Denmark Open Super Series Premier. Tiket ke babak kedua juga didapat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, namun lewat perjuangan yang lebih berat.
Dalam pertandingan di Odense Sports Park, Rabu (15/10/2014), Tontowi/Liliyana menang dua gim langsung atas wakil tuan rumah, Niclas Nohr/Sara Thygesen. Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan keempat itu menang 21-16, 21-19 dalam waktu 37 menit.
"Walaupun belum terlalu terkenal, tidak gampang juga mengalahkan mereka, butuh ketenangan dalam bermain. Karena tak diunggulkan, lawan bermain nothing to lose, pertahanan mereka juga lumayan bagus, terutama pemain putrinya," ujar Liliyana kepada badmintonindonesia.org.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lolos ke babak kedua, Tontowi/Liliyana menyusul langkah dua rekannya yang sudah lebih dulu melaju yakni Praveen Jordan/Debby Susanto dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Sementara Muhammad Rijal/Vita Marissa dan Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet sudah harus angkat koper.
Dari nomor ganda putra, Ahsan/Hendra juga merebut tiket ke babak kedua. Namun pasangan rangking dua dunia itu harus bekerja keras menundukkan Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata.
Ahsan/Hendra butuh waktu 46 menit untuk menundukkan pasangan asal Jepang itu. Mereka akhirnya menang dengan skor ketat 22-20, 24-22.
"Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, pasangan Jepang ini kini tidak gampang mati, pertahanan mereka rapat sekali, mereka memang tampil bagus. Apalagi pemain Jepang itu pantang menyerah, walaupun sebelumnya kalah dengan skor jauh dari kami," ujar Ahsan usai pertandingan.
"Di pertandingan pertama ini, kami juga merasa belum tampil in. Saat keadaan genting adu setting, kami tampil lebih tenang sehingga kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik. Pelatih pun menginstruksikan hal yang sama, supaya kami jangan panik dan tetap tenang di lapangan," beber Hendra.
Di babak kedua, pasangan yang menyumbang emas di Asian Games lalu itu akan menghadapi pemenang dari pertandingan atnara Cai Yun/Kai Lu dan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov.
(nds/fem)











































