Dugaan Doping Terhadap Chong Wei Juga Jadi Pukulan Telak Buat Bulutangkis

Dugaan Doping Terhadap Chong Wei Juga Jadi Pukulan Telak Buat Bulutangkis

- Sport
Kamis, 23 Okt 2014 17:44 WIB
Dugaan Doping Terhadap Chong Wei Juga Jadi Pukulan Telak Buat Bulutangkis
Lars Ronbog/FrontZoneSport via Getty Images
Jakarta -

Munculnya nama Lee Chong Wei sebagai salah satu pebulutangkis yang diduga gagal melewati tes doping menjadi pukulan telak. Tak hanya kepada Malaysia tapi juga terhadap bulutangkis yang sedang dalam usaha menduniakan dirinya.

Setiap kali Olimpiade rampung digulirkan, federasi dunia bulutangkis (BWF) tak bisa diam saja. Mereka harus berjuang untuk mengupayakan agar bulutangkis tetap menjadi cabang olahraga yang dipertandingan di ajang olahraga terbesar sejagad empat tahunan itu.

Tapi, beberapa fakta menunjukkan bulutangkis sendiri yang mencederai sportivitas mereka. Dalam satu bulan terakhir, dua kasus muncul. Pertama, ada dugaan pengaturan skor di Denmark Terbuka Super Series Premier. Kemudian kasus doping yang santer disebut melibatkan pebulutangkis top Malaysia. Chong Wei diduga kuat sebagai atlat yang dimaksud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya, BWF sempat memberikan pernyataan siap mem-polisi-kan dua pemain yang terlibat pengaturan skor. Situs badzine menyebut dua pebulutangkis yang terlibat adalah pemain tunggal Hans Kristian Vittinghus dan pemain ganda Kim Astrup Sorensen.

Chong Wei berpendapat jika tindakan itu tak seharusnya dilakukan. Pemilik tiga titel All England itu sepakat dengan langkah yang diambil BWF.

"Itu sesuatu yang tak sehat di olahraga. BWF sudah melakukan langkah yang tepat dan berharap pengaturan skor bisa diberantas hingga ke akar-akarnya," beber dia.

Nah, kasus kedua justru mengarah kepada Chong Wei. BWF memang tak pernah menyebut nama Chong Wei secara langsung. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin pun menutup rapat atlet yang dimaksud. Bahkan dia tak menyebut dari cabang olahraga apa atlet yang tersangkut itu.

Hanya dia membeberkan sampel A, sebagai sampel pertama, diambil saat talet tampil pada sebuah kejuaraan internasional. Hasil uji sampel itu diumumkan di hari yang sama pada pelaksanaan kejuaraan tersebut. Khairy menjelaskan dia mengetahui kasus itu untuk pertama kalinya pada tanggal 2 Oktober.

Khairy memutuskan untuk membentuk sebuah tim ad hoc untuk menelusuri riwayat perawatan dan pengobatan kepada si atlet. Tim itu dipimpin oleh Ketua Pegawai Eksekutif Institut Suka Negara, Datuk Dr. Ramlan Abd Aziz.

Lagipula, pihaknya masih menunggu hasil tes sampel B yang diambil pada 16 Oktober. Menurut Khairy butuh waktu satu hingga dua pekan untuk mengetahui hasilnya.

Jika benar atlet yang dimaksud adalah Chong Wei maka fakta itu akan menjadi pukulan telak tak hanya bagi Malaysia, tapi juga untuk bulutangkis.

Chong Wei adalah pebulutangkis terbaik dunia di era ini. Pebulutangkis 32 tahun itu konsisten mendiami ranking satu dunia dengan raihan titel di super series. Bahkan karena penampilan oke di super series itu dia dianggap sebagai jagoan super series. Atas prestasinya itu Malaysia memberikan penghargaan berupa gelar Datuk.

(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads