Novak Djokovic tampak tak mau terlalu bergembira merayakan keberhasilannya menjuarai ATP World Tour Finals 2014 mengingat itu diraih akibat mundurnya Roger Federer, lawan yang mestinya ia hadapi di final.
Tepat sebelum melakoni partai final lawan Djokovic di 02 Arena, Federer mengumumkan pengunduran dirinya. Ia mengaku kondisi fisiknya tidak siap untuk menjalani pertandingan tersebut.
Akibat hal itu Djokovic, yang menyudahi tahun ini di peringkat pertama dunia, pun dinyatakan menang tanpa perlu bertanding. "Tentu saja bukan cara yang aku inginkan untuk menang. Aku ikut merasa sedih untuk Roger," kata Djokovic di Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, kegembiraan Djokovic kurang lengkap karena kesuksesannya yang teranyar di ajang tersebut dicapai dengan cara yang menurutnya kurang ideal.
"Aku sudah berkecimpung di tenis 10 tahun dan aku tahu Roger dan Rafa (Nadal) selalu jadi penantang terberat dan senantiasa berusaha 100 persen. Jika Roger bisa bermain maka ia akan melakukannya," kata petenis Serbia yang tahun ini menggondol satu titel Grand Slam itu.
"Aku juga turut bersedih untuk kalian (para penonton). Ini merupakan pertandingan yang sudah ditunggu-tunggu antara petenis nomor satu dan dua dunia, dan semua orang bersemangat menyaksikannya.
"Aku bukan tipe pemain yang senang merayakan kemenangan-kemenangan macam ini, tapi aku harus merayakan musim ini secara keseluruhan dan trofi ini merupakan mahkota dari satu musim," papar Djokovic.
Kendatipun urung bertarung dengan Federer di partai final Djokovic tetap turun bertanding dalam partai eksebisi satu set, yang juga dimaksudkan sebagai laga pengobat kecewa, dengan menghadapi Andy Murray.
(krs/raw)











































