Pelatih Bicara Soal Bongkar Pasang Ganda Putra Pelatnas

Pelatih Bicara Soal Bongkar Pasang Ganda Putra Pelatnas

- Sport
Rabu, 19 Nov 2014 18:27 WIB
Pelatih Bicara Soal Bongkar Pasang Ganda Putra Pelatnas
ROSLAN RAHMAN/AFP/Getty Images
Kowloon - Pelatih ganda putra pelatnas Herry Iman Pierngadi memanfaatkan Hong Kong Terbuka Super Series dan nantinya di Makau Terbuka Grand Prix Gold untuk menjajal pasangan-pasangan baru. Apa alasan dia?

Indonesia menurunkan empat ganda putra pada Hong Kong Terbuka yang mulai bergulir hari ini. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Gideon Markus Fernaldy/Markis Kido tetap tampil dengan pasangannya masing-masing. Tapi, dua ganda pelatnas, Angga Pratama/Rian Agung Saputro dan Ricky Karanda Suwardi/Berry Angriawan, harus bertukar pasangan.

Angga dipasangkan dengan Ricky sedangkan Rian Agung tampil bersama Berry. Berikut penjelasannya Herry terhadap keputusan untuk membongkar pasang dua ganda tersebut seperti dikutip Badminton Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanya (T): Apa pertimbangan Anda dalam melakukan bongkar pasang di ganda putra?

Jawab (J): Salah satu tujuan awal bongkar pasang di ganda putra ini untuk mencari pasangan ganda putra kedua setelah Hendra/Ahsan. Seperti diketahui prestasi Angga/Rian Agung masih turun naik. Makanya, kami cari apakah ada kemungkinan kombinasi baru atau yang lama dipertahankan.

T: Bagaimana dengan hasil yang diraih dua ganda hasil bongkar pasang itu di turnamen ini?

J: Prediksi saya, Angga/Ricky memang berat untuk menang. Benar, tapi mereka kalah karena adu setting dengan selisih poin yang tipis. Menurut saya, kekalahan ini karena kurang kematangan sebagai pasangan. Ada saat-saat salah pengertian sedikit, tetapi secara keseluruhan baik. Buat saya hasil ini cukup mengejutkan dan saya rasa Angga/Ricky sudah tampil maksimal.

T: Bagaimana penilaian anda tentang penampilan Rian Agung/Berry?

J: Di gim kedua saya melihat Rian Agung/Berry masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Kedua pemain itu masih belum in di pertandingan pertama mereka, ada beberapa kali kesalahan posisi. Hal itu dialami juga oleh Angga/Ricky, tetapi kerjasama dan adaptasi Angga/Ricky lebih cepat dibandingkan Rian Agung/Berry. Rotasi permainan mereka masih belum seperti yang diharapkan.

T: Sebelumnya Anda katakan ada dua turnamen yang jadi ajang coba-coba. Setelah ini ada Makau Open. Kalau hasilnya memang oke, apakah pasangan baru ini akan dipertahankan?

J: Kemungkinan itu ada, akan ada evaluasi dan keputusan pada Januari 2015. Penilaian bukan hanya dilihat hasil akhir kalah menang saja, namun prosesnya juga, bagaimana cara bermain dan sebagainya.

T: Jika mereka mulai berpasangan pada awal tahun depan, apakah ada rencana diproyeksikan untuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016 mendampingi Hendra/Ahsan?

J: Bisa saja seperti itu, karena tahun depan mulai pengumpulan poin untuk Olimpiade.

T: Menyangkut performa Hendra/Ahsan sendiri tampaknya mulai menurun. Kenapa?

J: Untuk pemain yang sudah tidak muda lagi, Hendra/Ahsan butuh persiapan yang lebih lama dari turnamen ke turnamen. Terutama Hendra, tentunya dia sudah tidak seperti anak muda, butuh waktu yang lebih lama untuk recovery, namun baik Hendra maupun Ahsan tidak ada masalah cedera.

(fem/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads