Main Bareng Liliyana, Praveen Petik Banyak Pelajaran

Hong Kong Open Super Series

Main Bareng Liliyana, Praveen Petik Banyak Pelajaran

- Sport
Kamis, 20 Nov 2014 15:49 WIB
Main Bareng Liliyana, Praveen Petik Banyak Pelajaran
(www.badmintonindonesia.org)
Kowloon - Praveen Jordan mendapatkan kesempatan untuk berpasangan dengan pemain senior Liliyana Natsir di turnamen Hong Kong Open Super Series 2014. Praveen mengaku belajar banyak dari Liliyana.

Praveen biasanya berpartner dengan Debby Susanto. Akan tetapi, untuk turnamen Hong Kong Open Super Series 2014, dia dipasangkan dengan Liliyana. Sementara itu, Debby menjadi pasangan Tontowi Ahmad.

Sayangnya, kolaborasi Praveen/Liliyana harus terhenti di babak kedua. Mereka dipaksa menyerah oleh unggulan ketiga asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, dengan skor 18-21, 11-21 dalam waktu 32 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cik Butet orangnya ngebimbing banget. Saya menikmati berpasangan dengan dia. Seharusnya saya bisa memanfaatkan momen berpasangan dengan dia sebaik-baiknya, namun sayang kami harus kalah," kata Praveen kepada Badmintonindonesia.org.

"Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari kesempatan berpasangan dengan Cik Butet. Di antaranya adalah bahwa komunikasi itu penting. Di game kedua walau kami ketinggalan jauh, dia terus memberi dukungan kepada saya dan kami terus berkomunikasi. Tidak ada beban sama sekali berpasangan dengan Cik Butet, walaupun dia lebih senior dari saya," ujar Praveen menjelaskan.

Sementara itu, Liliyana mengakui bahwa dirinya dan Praveen belum kompak karena baru bertanding bersama di turnamen ini. Selain itu, dia juga menyebut Chris/Gabrielle tampil cukup baik dan tak gampang ditaklukkan.

"Memang masih agak kagok ya, tadi beberapa kali raket kami beradu saat berebut mengambil bola di tengah lapangan. Selain itu, rekor pertemuan Praveen melawan duo Adcock juga kurang bagus. Sebelumnya, saat berpasangan dengan Vita (Marissa) dan Debby (Susanto) juga pernah kalah," kata Liliyana.

"Di game pertama kami sudah bisa mengatur ritme, tetapi begitu kehilangan poin beruntun, Praveen jadi goyang. Beberapa kali bola atas yang menjadi kelebihannya tidak dapat menembus lawan dan dia jadi ragu-ragu. Saya sampaikan pada dia untuk rileks saja, mungkin dia mau tampil bagus dan perfect tetapi tidak sesuai harapan, jadi dia tidak bisa mengontrol dirinya dan ini kelihatan sekali di lapangan. Praveen harus banyak belajar lagi dan cari pengalaman bertanding lebih banyak lagi," ujarnya.

(mfi/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads