Pihak penyelenggara Australia Terbuka memodifikasi 'Extreme Heat Policy' untuk turnamen tahun 2015 depan. Ini dilakukan setelah dituding secara tidak manusiasi memaksa para petenis tetap tampil di suhu panas bulan Januari lalu.
Sejumlah kritik menerpa pihak penyelengara dalam gelaran grand slam pembuka itu pada awal tahun ini. Tak sedikit pemain yang juga mengeluh tentang ketidakjelasan kapan kebijakan khusus terkait udara panas itu diberlakukan.
Untuk tahun 2015 depan, pihak penyelenggara sudah melakukan antisipasi. Selain adanya tambahan atap di court ketiga, Margaret Court Arena, juga ada sedikit perubahan dalam kebijakan udara panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebijakan soal udara panas, seperti biasa, akan digunakan sesuai kebijaksanaan wasit," kata Direktur Turnamen Craig Tiley di Reuters.
"Keputusan untuk menerapkan kebijakan udara panas bakal mempertimbangkan prakiraan cuaca ketika suhu udara di sekitar melebihi 40 derajat Celsius, dan nilai Wet Bulb Global Temperature (WGBT) yang melebihi 32,5.
"Saat kondisinya sudah melebihi level-level ini maka wasit akan mempertimbangkan suhu udara dan keadaan permainan saat membuat keputusan sesuai kebijaksanaannya," bebernya.
Perubahan lain, ketika kebijakan udara panas sudah digunakan maka pertandingan yang sedang berlangsung akan berlanjut sampai akhir game genap di set tersebut, atau selesainya tie-break, demi membatasi pemain terkena paparan sengatan panas.
Pun demikian, menurut Pakar Meteorologi Bob Leighton gelombang panas seperti tahun lalu tidak akan hadir lagi pada gelaran 19 Januari-1 Februari mendatang di Melbourne Park.
"Saat ini kelihatan seperti musim panas pada umumnya, mungkin sedikit hangat, dengan satu hari mencapai 40 derajat, dan kemungkinan kecil turun hujan," tuturnya.
(krs/rin)











































