Tenis Australia Terbuka
Menunggu Penjegal Roger Federer
Kamis, 27 Jan 2005 11:20 WIB
Jakarta - Roger Federer mulai tampak seperti Michael Schumacher di arena Formula 1. Ia bisa diramalkan menang bahkan sebelum bertanding. Simak saja data statistiknya. Sepanjang 2004 ia mengoleksi 11 titel juara termasuk tiga dari empat turnamen Grand Slam. Ia juga telah memenangi 49 dari 51 pertandingan terakhirnya, termasuk 24 kali melawan petenis-petenis peringkat 10 besar.Kiprahnya di Australia Terbuka 2005 ini juga belum menyiratkan tanda-tanda kegagalan. Hingga mencapai babak semifinal ia tak sekalipun kehilangan set, bahkan dari seorang Andre Agassi di babak perempatfinal.Agassi, salah satu pemain paling eksentrik dan terbaik dalam sejarah tenis laki-laki, hanya bisa geleng-geleng kepala menyadari ketidakberdayaannya di hadapan Federer. "Anda ingin tahu bagaimana mengalahkan dia? Saya sarankan Anda tidak memakai saran dari saya."Jangankan Agassi, pemain legendaris Australia di era 60-an, Rod Laver, yang punya 11 tropi Grand Slam di rumahnya, sampai-sampai merasa "minder" dengan kehebatan petenis Swiss yang cool dan ganteng itu."Saya merasa terhormat jika disamakan dengan Roger. Dia sungguh seorang talenta yang sukar dipercaya dan punya kemampuan segalanya. Dia bisa jadi pemain terbesar sepanjang masa," puji si kidal Laver.Federer masih harus melewati dua pertandingan lagi untuk menjadi juara di Melbourne. Dan pemain pertama yang bertugas menghambatnya adalah Marat Safin.Safin juga tampil impresif di turnamen ini -- baru kehilangan dua set di tahun ini -- dan performanya kian hari kian membaik setelah cukup lama dihantui cedera. Unggulan keempat dari Rusia ini punya servis yang kuat, tangguh sebagai seorang baseliner, dan cukup konsisten. Hanya saja emosinya memang sering meledak-ledak.Namun rapor Safin menghadapi Federer juga tertinggal jauh. Dari tujuh pertemuan terakhirnya ia kalah enam kali. Tahun lalu Safin juga gagal menghentikan laju Federer di babak final Australia Terbuka.Perlawanan terbaik Safin terjadi akhir tahun lalu di semifinal Piala Masters. Tapi ia juga terjungkal meskipun di set kedua mampu memaksa lawannya itu bermain tie break 20-18.Rekor pertemuan itu yang membuat Safin tak bisa sesumbar untuk melakoni duel tersebut hari Kamis (27/1/2005) siang ini. "Semua orang pada dasarnya tahu bagaimana menghadapi Roger, tapi tak seorang pun bisa memepetnya lebih dari tiga set."Jika Safin gagal juga, maka tugas menghadang Federer tinggal Andy Roddick atau Lleyton Hewitt, yang akan bertanding di babak semifinal lainnya. Tapi Roddick pun, yang saat ini menduduki peringkat dua dunia, terlalu mudah dibekap Federer di final AS Terbuka tahun lalu. Hewitt? Yang ia butuhkan lebih dari sekadar dukungan penuh suporternya. (a2s/)











































