Setelah mempertahankan titel di Prancis Terbuka, Nadal menurun drastis pada paruh kedua tahun lalu. Dia tersingkir di babak keempat Wimbledon, kemudian absen di Amerika Serikat Terbuka akibat cedera pergelangan tangan. Setelahnya, petenis Spanyol itu harus menjalani operasi usus buntu pada bulan November.
Nadal juga mengawali musim ini dengan kurang oke. Dia langsung tersingkir di babak pertama Qatar Terbuka, di mana dia tampil sebagai juara bertahan.
Hal-hal di atas membuat Nadal merasa pesimistis bisa juara di Australia Terbuka tahun ini. Tapi, bagi Djokovic, Nadal tetap calon kuat peraih trofi.
"Saya tak tahu apa targetnya, apa yang dia rasakan, tapi pastinya dia selalu menjadi salah satu favorit juara di setiap turnamen yang dia ikuti," ujar Djokovic yang dikutip Reuters.
"Tak ada pertanyaan soal itu," katanya.
"Kita selalu bicara sebelum turnamen-turnamen besar, pada hari-hari pertama grand slam, soal siapa pemain yang berpotensi memenangi trofi dan kurang lebih nama-namanya sama dengan yang beredar selama tujuh atau delapan tahun terakhir," tutur petenis berkebangsaan Serbia ini.
"Jadi, saya pikir untuk turnamen ini tidak ada perbedaan apapun dalam hal favorit juara," kata Djokovic.
Nadal dan Djokovic sama-sama berhasil melewati babak pertama Australia Terbuka. Nadal mengalahkan Mikhail Youzhny, sedangkan Djokovic mengatasi perlawanan Aljaz Bedene.
(mfi/krs)











































