Azarenka Menapaki Jalan Kebangkitan

Australia Terbuka

Azarenka Menapaki Jalan Kebangkitan

- Sport
Jumat, 23 Jan 2015 07:33 WIB
Azarenka Menapaki Jalan Kebangkitan
Getty Images/Robert Prezioso
Melbourne - Victoria Azarenka menunjukkan sinyal kuat bahwa dirinya sudah mulai kembali ke level terbaiknya. Menarik dinanti apakah mantan petenis nomor satu dunia itu bisa meniru apa yang dilakukan Serena Williams beberapa tahun silam.

Azarenka kurang bersinar sepanjang musim 2014. Petenis Belarusia itu cuma mengikuti sembilan turnamen dan tak meraih satu gelar pun karena dihantam sejumlah cedera. Dia cuma main sampai bulan September dan absen di sisa tahun.

Hal tersebut membuat posisi Azarenka di daftar peringkat dunia merosot tajam. Per 19 Januari 2015, dia berada di peringkat 44.

Karena peringkatnya yang rendah, Azarenka tak menjadi unggulan di Grand Slam Australia Terbuka 2015. Cuma petenis yang masuk peringkat 32 besar saja yang berhak menyandang predikat unggulan.

Kendati demikian, Azarenka mencoba bangkit pada tahun ini. Australia bisa jadi merupakan tempat yang pas baginya untuk menapaki jalan menuju puncak performanya. Dia pernah dua kali berjaya di Melbourne Park ketika menjadi juara Australia Terbuka pada 2012 dan 2013.

Sejauh ini perjalanan Azarenka masih mulus. Dia mengalahkan Sloane Stephens 6-3, 6-2 di babak pertama. Di babak kedua, petenis 25 tahun itu menegaskan bahwa dirinya belum habis dengan menyingkirkan mantan petenis nomor satu dunia lainnya, Caroline Wozniacki, 6-4, 6-2.

Usai mengalahkan Wozniacki, Azarenka yang mengenakan kostum kuning menyala meluapkan kegembiraannya dengan berjoget di atas lapangan.

"Saya suka dengan energi orang-orang di sini. Sungguh, saya pikir negara ini seperti sebuah negara olahraga," ujar Azarenka.

"Saya kira saya akan mengadopsi seorang bocah Australia atau sesuatu semacamnya," katanya.

Dalam sejarah Australia Terbuka, cuma ada dua petenis putri non-unggulan yang berhasil menjadi juara. Chris O'Neil melakukannya pada tahun 1978 ketika menempati peringkat 111 dunia, sedangkan Serena pada tahun 2007 saat berperingkat 81 dunia.

"Saya tahu bahwa saya bukan unggulan, jadi saya bisa menghadapi siapapun. Saya menerima siapapun yang menjadi lawan saya," tutur Azarenka.

"Saya cuma berusaha melakukan yang terbaik. Saya punya akhir yang luar biasa pada musim lalu, jadi saya harus meningkatkan permainan saya dan benar-benar memanfaatkan kesempatan saya hari ini. Saya pikir saya melakukan itu dengan cukup baik," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Azarenka selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan ke-25, Barbora Zahlavova-Strycova, di babak ketiga. Β 

(mfi/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads