Petenis kidal Spanyol itu harus pulang lebih awal setelah ditundukkan unggulan ketujuh Tomas Berdych 4-6, 0-6, 6-7(5) dalam laga perempatfinal yang tuntas Selasa (27/1/2015).
Kekalahan itu adalah yang keempat dalam karier Nadal atas petenis Republik Ceko itu atau yang pertama sejak menang di 17 pertemuan sebelumnya. Selain itu, kegagalan ini turut menandai betapa sulitnya Nadal dalam menaklukkan kembali Melbourne Park.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelahnya, petenis yang kini berusia 28 tahun tersebut dua kali hanya sampai perempatfinal sebelum pada 2012 menjejak final. Namun, sayang sekali Nadal harus gigit jari usai ditekuk Novak Djokovic 7-5, 4-6, 2-6, 7-6(5), 5-7 dalam duel panjang sampai lewat tengah malam.
Setahun berikutnya, Nadal terpaksa absen akibat cedera lutut panjang. Namun pada 2014 Nadal kembali ke partai puncak, kali ini menghadapi petenis unggulan kedelapan, Swiss Stanislas Wawrinka.
Dewi Fortuna bak tak menaungi Nadal. Di tengah-tengah pertandingan, Nadal mengalami cedera punggung sehingga mesti merelakan trofi juara jatuh ke tangan Wawrinka melalui usai menang 6-3, 6-2, 3-6, 6-3.
Meski kecewa, tapi Nadal menilai ini bukan hasil yang buruk-buruk amat. Mengingat Nadal belum lama kembali sejak cedera dan terserang penyakit sejak paruh kedua musim lalu. Di tahun ini saja, Nadal mengawalinya dengan buruk setelah tersingkir di babak pertama Qatar Terbuka.
"Tanpa berada permainan tenis terbaikku, aku masih bisa berada sampai di sini di perempatfinal," komentar Nadal sebagaimana dikutip BBC Sport.
"Ini bukan hasil yang buruk bagiku mengingat bagaimana jalanku datang ke turnamen ini: hanya bermain di satu pertandingan (di 2015), hanya lima pertandingan dalam tujuh bulan," simpul dia.
(rin/krs)











































