Dari jajaran rising star tenis saat ini nama Nick Kyrgios cukup menonjol. Ia berbahaya, sulit diterka, dan menghibur. Demikian penilaian Andy Murray, lawan yang kemarin menyingkirkan Kyrgios di perempatfinal Australia Terbuka 2015.
Nama pemuda kelahiran Canberra 19 tahun lalu itu ramai dibicarakan setelah menyingkirkan Rafael Nadal di babak keempat Wimbledon. Meskipun akhirnya tersingkir di perempatfinal, sosoknya sudah menyedot perhatian.
Dengan sosok tinggi tegap, 193 cm/83 kg, figur Kyrgios malah tampak seperti pebasket NBA. Nyatanya, ia memang sempat menyeriusi olahraga itu dan baru mulai fokus menekuni tenis pada usia 14 tahun. Maka jangan heran jika saat Kyrgios bertanding ada saja orang-orang yang mengenakan jersey Boston Celtics yang menyorakinya--Celtics adalah tim NBA kegemarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Get off your f***ing phone, mate!" demikian Kyrgios dilaporkan berteriak dalam pertandingan melawan Andreas Seppi di babak keempat Australia Terbuka kali ini.
Pada partai yang sama ia pun tak segan berseru lantang, "Oi, mau ke mana kalian?!", ketika melihat beberapa orang di bangku penonton meninggalkan kursinya.
Banting-banting raket? Tak usah ditanya lagi. Di ajang kali ini Sydney Morning Herald menyebut Kyrgios bahkan sudah mendapatkan denda sebesar 4926 dolar Australia akibat merusak raket dan berkata-kata kasar.
Kyrgios juga dituding arogan akibat wawancara di atas pertandingan usai kemenangan atas Ivo Karlovic di partai babak kedua. Saat itu jawaban-jawabannya dinilai sinis dan sarkastis, apalagi tak ada senyuman sama sekali di wajahnya. Kali lain, ia dituding bersikap tak pantas karena diklaim sudah meneriaki ball boy dan juga umpire.
"Ia berbahaya, ia sulit diterka, ia menghibur," nilai Murray sebelum pertandingannya lawan Kyrgios di perempatfinal, Selasa (27/1/2015) kemarin.
Wild Thing. Begitu media-media seperti BBC dan New York Times menyebut Kyrgios. Bukan cuma akibat sikapnya yang meledak-ledak, melainkan juga karena talenta kasar dan antusiasme liar yang telah ia perlihatkan--dan bak menjadi magnet tersendiri.
"Jangan terlalu membebaninya. Ia akan butuh waktu untuk berkembang dan ia sedang melakukan pekerjaan bagus. Ia punya servis kelas dunia, yang dilakukan dengan pergerakan mulus. Bakatnya luar biasa. Terkadang ia bisa sedikit intens, tapi tak banyak orang di usianya mampu melakukan apa yang sudah ia lakukan," sebut Murray dalam wawancara di atas lapangan usai mengalahkan Kyrgios.
Dengan modal yang dimiliki, aksi petenis peringkat 53 dunia itu di tiga grand slam sisa tahun ini sepertinya memang patut disimak dan dinantikan; bukan cuma kisah sukses Kyrgios di lapangan melainkan juga tingkah-polahnya yang penuh warna.
(krs/rin)











































