Final Australia Terbuka
Tekuk Hewitt, Safin Juara
Minggu, 30 Jan 2005 18:58 WIB
Jakarta - Marat Safin membuat ekspektasi publik tuan rumah tidak kesampaian. Unggulan keempat dari Rusia tampil menawan untuk menekuk Lleyton Hewitt dan merengkuh tropi juara.Pada pertandingan final yang berlangsung selama dua jam 75 menit di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (30/1/2005), Safin menang set 1-6 6-3 6-4 6-4, sekaligus membawa pulang hadiah uang sebesar 1,2 juta dolar australia atau sekitar 8,5 miliar rupiah.Ini merupakan kemenangan pertama Safin di turnamen Grand Slam pembuka ini, setelah dua kali gagal di final 2002 dan 2004. Dua tahun lalu ia dijegal Thomas Johansson, lalu dihadang Roger Federer. Pria berusia 25 tahun itu juga baru saja menambah titel Grand Slam-nya menjadi dua setelah AS Terbuka 2000.Sementara itu Hewitt, yang diunggulkan di tempat ketiga, urung mencatat sejarah sebagai petenis tuan rumah pertama yang juara sejak Mark Edmondson di tahun 1976. Pemain Australia terakhir yang masuk babak final di turnamen ini adalah Pat Cash di tahun 1987, tapi ia dikalahkan Mats Wilander.Meski demikian Hewitt telah mengubur mimpi buruknya bermain di kandang. Pasalnya, dari delapan kali berpartisipasi, ia tak pernah lolos lebih dari babak keempat.Di set pertama Hewitt langsung dua kali mematahkan servis Safin untuk memimpin 3-0. Kemenangan ini terlihat begitu mudah buat Hewitt karena Safin terlalu sering bikin kesalahan sendiri. Pukulan-pukulannya sering keluar, permainannya di depan net juga buruk. Di set ini Safin hanya memperoleh satu gim sebelum Hewitt menyudahinya dengan skor 6-1 hanya dalam waktu 23 menit. Uniknya, Safin menjaga emosinya dengan sangat baik. Jika dulu ia dipastikan membanting raket jika kesal, namun kali ini kebiasaan lama itu bisa ia redam.Di set kedua permainan Safin sedikit membaik. Ia lebih dulu unggul 2-1, tapi nyaris tergelincir di gim keempat ketika Hewitt menyamakan kedudukan dari 15-40 menjadi 40-40. Namun dalam deuce Safin tak kehilangan angka dari dua serve-nya. Ia pun menang 6-3.Di set ketiga Safin kembali membuat banyak kesalahan dan langsung tertingga 0-3. Tapi kali ini ia tak bisa menahan kesal dan sempat tiga kali membanting raketnya, yakni di akhir gim kedua dan di gim ketiga.Setelah skor 4-1 buat Hewitt, kekuatan Safin muncul lagi. Kombinasi permainan baseline dan servis voli-nya memperdaya lawan hingga berbalik menang 6-4.Di set keempat Safin tampak makin percaya diri. Kontrol emosinya juga kembali baik. Ia terus memimpin dari 3-1 sampai 5-4. Memegang servis di championship set, ia tidak kehilangan angka. Servisnya yang keras gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Hewitt. Itulah angka terakhir pada pertandingan tersebut.Lagi-lagi ekspresi Safin tak berlebihan, sama seperti ketika ia menaklukkan Federer di babak semifinal. Meskipun ini adalah sukses pertamanya di Melbourne, namun Safin hanya mengangkat tangan, tersenyum seperlunya, melambaikan tangan sebentar ke arah penonton, lalu duduk di kursinya. (a2s/)











































