Semifinal Putra: 'Stanovak' Jilid III dan Adanya Sobat Lama Murray di Kubu Berdych

Australia Terbuka

Semifinal Putra: 'Stanovak' Jilid III dan Adanya Sobat Lama Murray di Kubu Berdych

- Sport
Kamis, 29 Jan 2015 14:57 WIB
Semifinal Putra: Stanovak Jilid III dan Adanya Sobat Lama Murray di Kubu Berdych
Djokovic vs Wawrinka di Australia Terbuka 2014 (Getty Images/Michael Dodge)
Jakarta - Semifinal putra Australia Terbuka 2015 akan diramaikan dengan "Stanovak" jilid ketiga dan nuansa personal saat Tomas Berdych jumpa Andy Murray.

Unggulan pertama Novak Djokovic akan berusaha maju ke partai puncak dengan menghadapi unggulan empat Stanislas Wawrinka yang sekaligus juga merupakan juara bertahan.

Menariknya, itu akan menjadi kali ketiga beruntun Djokovic akan berhadapan dengan Wawrinka di Australia Terbuka. Pada 2014 lalu mereka bertarung di perempatfinal dengan Wawrinka menjadi pemenang--lalu terus melaju jadi juara, dan di babak 16 besar 2013 saat Djokovic jadi pemenang--juga sekaligus lanjut menjadi juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, kedua partai tersebut berjalan sama-sama harus dituntaskan dalam lima set; partai di 2013 membutuhkan durasi 302 menit sementara pertandingan tahun lalu memakan waktu 240 menit.

"Mereka mengharapkan adanya maraton lain. Kami akan saling berusaha mengerahkan usaha maksimal," kata Djokovic.

"Aku pikir sudah pasti akan lucu juga untuk berjumpa lagi dengannya. Aku akan senang berhadapan dengannya tiga tahun beruntun. Di masa lalu kami sudah terlibat dalam partai-partai gila di grand slam. Aku akan bersiap untuk semifinal itu," ujar Wawrinka.

Stanovak. Demikian Tennis.com menyebut duel tersebut, mengakronimkan nama depan kedua petenis--Stanislas dan Novak.

Partai lain, antara unggulan tujuh Tomas Berdych dan unggulan enam Andy Murray, menyajikan potensi pertandingan yang tak kalah menarik. Selain karena keduanya ada di jajaran petenis top putra saat ini, ada pula nuansa personal di duel tersebut.

Hal itu bersumber dari sosok Dani Vallverdu. Pada suatu masa ia pernah meniti karier sebagai petenis, tumbuh dan berteman dekat dengan Murray, bahkan cukup lama menjadi asisten pelatihnya. Tetapi sejak akhir 2014 Vallverdu telah menjadi pelatih dari Berdych.

Murray sendiri menegaskan hal itu tak terlalu jadi masalah untuknya karena punya pengalaman serupa. "Ketika aku sudah tak lagi bekerja sama dengan Miles MacLagan, ia mulai bekerja dengan (Marcos) Baghdatis. Aku sudah pernah berhadapan dengan Baghdatis beberapa kali. Aku berjumpa dengannya di Olimpiade. Aku berhadapan lagi dengannya di Tokyo dengan Miles juga ada di sana," terangnya.

"Yeah, aku tak terlalu mempermasalahkan. Tetapi, entahlah, mungkin aku akan merasa aneh pada hari pertandingan. Tapi, yeah, itu sesuatu yang harus Anda hadapi sebagai pemain. Tujuanku bukan untuk mengalahkan Dani melainkan mengalahkan Berdych," tegas Murray.

Akan tetapi, Vallverdu faktanya adalah sobat dekat Murray yang juga sudah mengenal dirinya sedari masa-masa tenis junior. Ditanya apakah itu akan membuat Berdych punya keunggulan tertentu, Murray menjawab tajam, "Tapi di sisi lain aku juga tahu apa yang dipikirkan Dani tentang permainan Berdych karena ia pernah mengatakannya kepadaku, jadi sama-sama saja."

Berdych, yang maju ke semifinal usai menyingkirkan Rafael Nadal tiga set langsung, mengatakan bahwa Vallverdu sudah memberinya arahan strategis yang bagus dan pemahaman internalnya mengenai permainan Murray sudah pasti akan memberi keuntungan buat dirinya. Murray pun mengakui Vallverdu, yang mengenal permainannya dengan sangat baik, sudah pasti akan memodali Berdych dengan strategi ciamik.

Menurut jadwal Berdych akan berhadapan dengan Murray pada hari ini, Kamis (29/1/2015) petang, sedangkan Wawrinka bertarung dengan Djokovic Jumat (30/1) besok.



(krs/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads