Di 2015, Djokovic sudah mengantongi trofi Australia Terbuka setelah mengalahkan Andy Murray di partai final. Itu adalah titel kelimanya di Melbourne Park sekaligus koleksi titel Grand Slam kedelapan menyamai perolehan Agassi.
Namun demikian, di antara gelar itu tidak ada satupun yang datang dari Roland Garros. Petenis Serbia 27 tahun itu mentok di final yang dicapainya dua kali pada 2012 dan 2014 namun kandas di tangan juara sembilan kali Rafael Nadal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, Agassi tidak ragu Djokovic bisa juara di Prancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka 2015 untuk menyamai Laver.
"Saya tidak ingin mulai menaruh tekanan kepada dia (Djokovic) dengan hanya melakukan satu wawancara," sahut mantan petenis asal Amerika Serikat itu yang dikutip IB Times UK.
"Tapi sebelum dia memenangi Australia (Australia Terbuka 2015), saya sudah bilang ada peluang besar di mana kita akan melihat untuk pertama kali sejak (Rod) Laver memenangi semuanya di tahun yang sama. Saya kira Djokovic punya kemampuan itu," lanjut dia.
"Saat ini, dia bermain di level yang lebih tinggi daripada petenis manapun. Saya masih berpikir dia masih punya banyak hal yang bisa ditingkatkan dan jika Nadal tidak bermain seperti dirinya sendiri di Paris, maka itu akan jadi halangan terbesarnya ... saya pikir Djokovic akan mencoba mendominasi musim ini."
(rin/mfi)











































