Hal itu dikatakan mantan pebulutangkis Indonesia Imelda Wigoena dalam usai melakoni Diskusi Bulutangkis "Kebangkitan Klub Bulutangkis di Indonesia, Jalan Strategis Menuju Olimpiade Rio 2016" di gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (3/3/2015), sehubungan dengan proses regenerasi yang minim di Tanah Air.
"Jadi sebetulnya strateginya itu Indonesia mesti hati-hati karena atlet-atlet dari luar itu sekarang yang muda-muda muncul lho," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pembina klub bulutangkis PB Jaya Raya Jakarta, Imelda, mengakui sulitnya mencari pemain. Tapi dia tidak ingin berkutat dengan masalah itu terus menerus.
"Memang pemain kita ya itu-itu saja, malah kadang diganggu cedera. Seperti Nitya (Krishinda Maheswari), dia sudah kena (cedera) kakinya. Tapi kita kan tidak punya lagi. Jadi itu harus di-maintenance, dijaga asupan makanannnya, juga latihannya jangan sampai latihannya (mengakibatkan) cedera," tegas Imelda.
Di Asian Games 2014 lalu Nitya, bersama pasangannya Greysia Polii, menyumbang medali emas di nomor ganda putri sekaligus mengakhiri puasa emas 36 tahun di sektor tersebut.
(mcy/krs)











































