Tontowi/Liliyana kalah 10-21, 10-21 dari pasangan China Zhang Nan Zhao Yunlei pada final yang bergulir di Barclaycard Arena, Birmingham Minggu (8/3/2015). Harapan untuk jadi juara pun buyar.
Pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky menilai ada beban yang dirasakan Tontowi dan Liliyana saat tampil di lapangan. Selain itu, lawan juga membuat perubahan signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagipula lawan banyak main panjang ke belakang dan Zhang Nan sering ke depan," jelas dia.
Tapi, bukan berarti ada toleransi kesalahan-kesalahan itu bisa terulang. Apalagi, ada ajang istimewa yang harus dilakoni ganda putra empat bulan mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaran Dunia.
"Kami harus menemukan strategi yang benar-benar bisa meredam Zhang Nan/Zhao Yunlei kalau kami bertemu mereka lagi di Kejuaraan Dunia. Sebab, Kejuaraan Dunia menjadi target besar selanjutnya dan semestinya kejadian seperti ini terulang lagi," harap Richard.
Ya, Tontowi/Liliyana menang sudah berulang kali berjumpa dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei. Dengan kekalahan itu, Tontowi/Liliyana kalah enam kali dalam 11 laga yang dilakoni.
(fem/din)











































