Dua pasangan yang diharapkan bisa mulai mengejar prestasi Tontowi/Liliyana adalah Praveen Jordan/Debby Susanto dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Praveen/Debby dan Riky/Richi belakangan ini memang menunjukkan peningkatan prestasi.
Praveen/Debby sukses mengalahkan ganda tangguh dari China, Xu Chen/Ma Jin, di babak pertama All England lalu. Tapi, saat tampil di Swiss Terbuka, mereka tersisih di perempatfinal. Adapun Riky/Richi berhasil mencapai semifinal Swiss Terbuka.
"Saya lihat ada sedikit harapan untuk ganda campuran. Praveen/Debby sudah menunjukkan performa bagus dengan menyingkirkan unggulan. Di Swiss Open pun mereka cuma kehilangan fokus, tapi secara perbaikan prestasi dan teknis, grafiknya naik sekali. Makanya, kalau pun mereka dijadikan andalan juga di Kejuaraan Dunia atau Indonesia Open, itu jelas (bisa terjadi)," kata pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, Minggu (15/3/2015).
Richard tak ingin Tontowi/Liliyana menanggung beban yang terlalu berat di setiap turnamen maupun multievent. Menurutnya, pasangan-pasangan lain juga harus bisa unjuk gigi dan berprestasi.
"Sebenarnya banyak contoh, tapi kita ambil kasus Korea. Dulu itu, mereka selalu mengandalkan Kim Dong-Moon, tapi pada event tertentu seperti Olimpiade tidak pernah dapat gelar di ganda campuran. Dan, ini terjadi juga pada Lee Yong Dae. Mana pernah Lee Yong Dae dapat pertandingan penting. Bahkan di Asian Games, ibaratnya kandang sendiri, dia tidak dapat itu karena terlalu diandalkan, jadi beban itu ia pegang sendiri," kata Richard.
"Nah, saya antisipasi jangan sampai hal itu terjadi pada Owi/Butet, artinya harus berbagi target, berbagi tekanan. Saya bilang ke Butet nikmati saja dulu, jangan terlalu tertekan. Saya juga tidak ingin menekan dia, karena taget kami sebenarnya kan Olimpiade," tambahnya.
Selain Praveen/Debby, Riky/Richi juga diharapkan bisa terus meningkatkan prestasinya di turnamen-turnamen mendatang.
"Saya sedang dorong mereka agar prestasi lebih meningkat. Saya lihat kepercayaan diri mereka masih kurang, masih gampang goyang, dan gampang frustrasi. Sementara lapisan bawah lagi ada Alfian Eko dan Anissa. Intinya, semua pelapis ganda campuran sudah lumayan. Saya pun tetap puas dan gembira bahwa harapan masih terbuka banyak," kata Richard.
(mcy/mfi)











































