Setelah Taufik Hidayat, hingga kini belum ada lagi pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang mampu mencetak prestasi dunia secara konsisten. Kapan hadir jagoan baru?
Indikator terakhir adalah di turnamen All England yang berakhir minggu lalu. Dionysius Hayom Rumbaka, satu-satunya wakil Indonesia di sektor tersebut, dan ditargetkan masuk final, sudah tersingkir di babak kedua di tangan pemain Jepang, Sho Sasaki.
Dalam sejarahnya, gelar juara tunggal putra di All England pernah dimenangi sebanyak 15 kali oleh pemain-pemain "Merah Putih". Namun itu terjadi sudah sangat lama. Terakhir kali yang merengkuhnya adalah Hariyanto Arbi di tahun 1994.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Hariyanto juara, pernah ada dua pemain lain yang menembus final, yaitu Taufik Hidayat (1999, 2000) dan Budi Santoso (2003), namun mereka tidak sampai juara. Catatan buat Taufik, meski tak pernah memenangi All England, tapi dia mengantongi banyak titel bergengsi yang lain seperti juara dunia, Asia, dan pemenang Olimpiade.
"Memang dengan fenomena sekarang jika dilihat dari sisi negatifnya, sektor putra tidak ada yang bagus. Hayom yang menjadi nomor satu Indonesia, justru kalah di babak kedua dengan pemain Jepang. Itu menyedihkan," timpal mantan pemain, Fung Permadi.
"Tapi saya optimistis dengan perbedaan sistem poin yang ditetapkan sekarang, dari 21 ke 11 poin. Gap antara atlet yang senior dan junior bisa sedikit. Sebagai contoh Carolina Marin saja bisa juara di All England.
"Jadi yang senior jangan meremehkan, bisa saja ditumbangkan oleh juniornya. Positifnya dari sistem poin ini, bulutangkis Indonesia bisa bangkit," papar Fung.
Senada, legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, mengakui bahwa di sektor tunggal Indonesia belum punya jagoan baru. "Ya memang tunggal putra dianggap yang prestisius, zaman Rudy Hartono, Taufik Hidayat. Faktanya ya, Indonesia belum punya jagoan baru.
"Tapi saya optimistis khususnya dengan yang di Cipayung. Empat atlet muda akan jadi tulang punggung seperti Antani Ginting, Firman Abdul kholik, Ihsan Maulana, dan Jonatan Christie. Mereka punya kualitas dan potensi. Saya berharap tunggal putra tidak lama lagi. Pemain muda kita akan menunjukkan prestasi mendekati para pendahulunya," ucap Christian.
(mcy/a2s)










































