Ini Alasan Simon Kembali Tinggalkan Pelatnas Cipayung

Ini Alasan Simon Kembali Tinggalkan Pelatnas Cipayung

- Sport
Rabu, 25 Mar 2015 22:53 WIB
Ini Alasan Simon Kembali Tinggalkan Pelatnas Cipayung
Matt King/Getty Images
Jakarta - Simon Santoso memutuskan untuk mengundurkan diri dari Pelatnas Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Keputusan ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya hal yang sama dilakukan pada akhir Januari 2014.

Mengawali tahun 2015 satu per satu pebulutangkis pelatnas meninggalkan Cipayung. Setelah sebelumnya Tommy Sugiarto angkat koper, pada medio Maret lalu Simon memutuskan hal yang sama.

Ini kali kedua Simon memutuskan mundur dari tempat yang sudah 12 tahun ia huni. Simon menyebut keputusan ini diambil supaya dia lebih fleksibel dalam membagi waktu antara latihan dan keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuma mau fleksibel saja soal waktu latihan. Soalnya sekarang sudah usia 29 tahun, punya keluarga pula, jadi kalau di pelatnas ya kurang pas saja," kata Simon, ketika dihubungi wartawan, Rabu (25/3/2015).

Ia mengaku sudah menginformasikan pengunduran dirinya kepada pengurus PBSI, termasuk Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky.

"Rexy (Mainaky) tak bilang apa-apa, Bapak Budi (Achmad Budiarto) yang menahan. Tapi saya tetap yang memutuskan dan memilih untuk latihan di Tangkas, dan ditangani Koh Christian," ujarnya.

Terlepas dari alasan keluarga, Simon kurang mengilat di beberapa turnamen terakhir yang dia ikuti. Peringkat 34 dunia ini kalah di babak awal pada dua turnamen penting yang ia ikuti. Di German Open dia menyerah oleh Vincent Wong Wing Ki (Hongkong) 17-21, 16-21, pada Februari kemarin. Saat itu PBSI memaklumi karena kondisi Simon yang baru pulih dari sakit demam berdarah yang diidapnya saat September 2014.

Awal Maret, Simon kembali diturunkan dan ditargetkan menjadi finalis di All England. Namun target itu gagal setelah rekannya, Dionysius Hayom Rumbaka menumbangkannya di kualifikasi All England.

"Saya juga tak menyangka sangat sulit untuk kembalikan kondisi seperti sebelum kena demam berdarah. Soalnya, sempat terganggu juga levernya akibat obat DBD, jadi penyembuhannya memang butuh waktu yang lama," katanya.

"Tapi sekarang sudah tidak perlu dokter khusus lagi, yang penting saya jaga kondisi dan tingkatkan latihan. Tak perlu dokter khusus, yang penting saya harus jaga dan tingkatkan kondisi, termasuk latihan dan persiapan yang benar. Soalnya ke depan juga ada tur ke Singapura dan Selandia Baru," tambahnya kemudian.

Jika nantinya ditunjuk untuk ikut memperkuat Piala Sudirman pada awal Mei mendatang, Simon mengakui siap.

"Saya selalu siap jika memang dibutuhkan. Tapi saya juga akan melihat apakah kondisi saya memungkinkan. Toh, latihan di luar juga pakai program latihan yang sama dengan pelatnas. Yang membedakan hanya fasilitasnya saja, lebih oke," tambahnya.

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads