Sebelum memulai rentetan turnamen di Asia, PP PBSI membuat evaluasi tiga turnamen Eropa. Manajer tim ke Eropa, Ricky Soebagja, bertekad para pebulutangkis nasional bisa tampil lebih oke di turnamen yang bergulir di India, Malaysia, dan Singapura.
Tiga turnamen yang diikuti Indonesia di Eropa dimulai dari Jerman Terbuka Grand Prix Gold, All England Super Series Premier, dan Swiss Terbuka Grand Prix Gold. Tak satupun target bisa dicapai.
βHasil dari tiga turnamen di Eropa, mulai dari Jerman, All England, dan Swiss, secara target ada yang tercapai dan ada yang tidak tercapai. Di Jerman, prestasi terbaik dicatatkan oleh ganda putri. Secara pencapaian, untuk kelas GPG, cukup baik peningkatannya,β tutur Ricky Soebagja seperti dilansir Badminton Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, Della/Rosyita tampi impresif saat mengalahkan unggulan pertama asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di babak 16 besar.
Di All England, PBSI gagal total memenuhi target dua titel, ganda putra dan ganda campuran. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terhenti di 16 besar dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah di babak final.
Pencapaian pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto yang berhasil mengalahkan Xu Chen/Ma Jin patut diapresiasi. Selain itu, pasangan baru Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mampu menembus babak 8 besar.
βDi All England sendiri, kami menargetkan meraih dua gelar dari dua ganda terbaik kita saat ini, yaitu ganda putra dan ganda campuran. Secara target memang tidak tercapai, tapi banyak pemain yang dikirim ke turnamen ini menunjukkan peningkatan prestasi," tambah peraih medali emas ganda putra Olimpiade 1996 ini.
βTerakhir di Swiss, prestasi tertinggi mencapai babak semifinal. Namun secara keseluruhan tim menunjukkan peningkatan yang baik. Prestasi pemain muda terlihat menunjukkan peningkatan,β ujar Ricky.
βSekembalinya dari Eropa, para pelatih sudah melakukan evaluasi untuk lebih baik ke depannya. Kita harus pelajari kelebihan dan kelemahan lawan. Setiap kemenangan dan kekalahan dievaluasi dan di sini bagaimana peran pelatih untuk terus memacu atlet-atletnya.
"Saat ini jadwal antar kejuaraan sudah mulai ketat dan penghitungan poin untuk ke Olimpiade akan dimulai, kita harus mengatur strategi pengiriman pemain ke kejuaraan,β ucap Ricky.
Mulai pekan ini, para pebulutangkis mulai menjalani rangkaian turnamen internasional lagi. Dari India Terbuka berlanjut ke Malaysia Super Series dan Singapura.
===
* Ikuti Sport Forum "Bulutangkis Indonesia saat ini dan Peluang di Piala Sudirman" di redaksi detikcom, Selasa, 31 Maret 2015. Untuk daftar, klik di sini
(fem/nds)











































