Mantan pebulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat, mengaku khawatir dengan mental pebulutangkis Indonesia. Banyak atlet, disebutnya, masih malu-malu dan terlalu cepat puas.
Semasa bermain, Taufik pernah meraih berbagai gelar bergengsi. Selain meraih emas pada Olimpiade 2004, dia juga pernah menjadi juara dunia 2005 dan meraih emas di Piala Thomas pada 2000 dan 2002.
Taufik hadir dalam Sport Forum yang diadakan oleh detikSport di Gedung Aldevco, Warung Buncit Raya, Jakarta, Selasa (31/3). Dalam acara tersebut, Taufik mendapatkan pertanyaan, apa yang berbeda dari zaman dia bermain dulu dengan sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang dari segi mental. Anak-anak mau persiapan saja malu. Kayak wawancara saja, atlet dengan media saja kelihatan. Mereka cepat puas. mungkin sistemnya yang agak salah.
"Kesejahteraan bagus. Tapi kontrak... kalau senior mendapatkan kontrak, itu bagus, tapi kalau junior? Dulu saya tahun 2000 rangking satu dunia,
hanya dapat kontrak 60 juta."
Β
"Sekarang lebih dari ratusan juta. Jadi, mereka sudah puas dengan itu," kata Taufik.
Detiksport bekerja sama dengan PP PBSI dan Kemenpora mengadakan Sport Forum bertajuk "Bulutangkis Saat Ini dan Peluang di Piala Sudirman 2015".
Acara ini dimoderatori oleh dua kolumnis detiksport: Zen Rs dan Pangeran Siahaan, mulai jam 2 siang sampai pukul 16.00 WIB. Beberapa pembicara seperti Ketua Umum PP PBSI, Gita Wirjawan, serta mantan pemain dan pengamat olahraga, Dr. Hari Setijono, juga hadir.
(mcy/roz)











































