Perwakilan Klub Tuntut PBSI Juga Serius Siapkan Atlet Masa Depan

Perwakilan Klub Tuntut PBSI Juga Serius Siapkan Atlet Masa Depan

- Sport
Selasa, 31 Mar 2015 20:37 WIB
Perwakilan Klub Tuntut PBSI Juga Serius Siapkan Atlet Masa Depan
detikSport/Rengga Sancaya
Jakarta - Piala Sudirman tahun ini sudah di depan mata. Tapi, perwakilan klub juga meminta agar PP PBSI menyiapkan para pemain masa depan.

PP PBSI hampir selalu kesulitan setiap kali memilih pemain menuju turnamen beregu. Sekali, dua kali PBSi terpaksa memanggil pemain di luar pelatnas. Di waktu lain, menginstruksikan pemain yang bukan nomornya untuk tampil di sektor lain.

Kali ini, PBSI mengumumkan tim bayangan di sektor tunggal putra diisi para pemain muda, Firman Abdul Kholik, Jonathan Christie, dan Ihsan Maulana Mustofa. Menurut Ketua Sub Bidang Pelatnas Ricky Soebagdja PBSI keputusan tersebut adalah kombinasi keberanian, nekad, dan memang tak ada pilihan pemain lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klub-klub yang menjadi penghasil pemain meminta agar PBSI tidak berfokus kepada masa kerjanya sendiri. Tapi, juga rela menyiapkan pemain untuk sukses di tahun-tahun berikutnya.

Langkah pertama adalah pemilihan pemain. Ketua Umum PB Tangkas Jakarta Justian Suhandinata meminta PBSI merekrut pemain-pemain yang benar-benar terbaik di kelasnya.
Β 
"Semua unsur PBSI harus bekerja secara jujur, transparan, dan tidak berpihak. Kalau itu tidak dilaksanakan, tidak dapat atlet terbaik untuk Merah Putih," kata Justian dalam acara Detik Forum detikSport di Gedung Aldevco, Warung Buncit, Jakarta Selasa (31/3/2015).

"Jangan sampai ada pemain yang masuk ke pelatnas dengan cara yang tidak jujur. Jangan! Semua harus dibenahi. Kalau ada seleksi bikin peraturan yang jelas. VO2 Max-nya bagaimana, posturnya seperti apa? Sebagai gambaran sektor tunggal putra harus tinggi badan 175 cm," jelas dia.

Senada, pengurus PB Jaya Raya Jakarta Imeda Wigoena berharap PP PBSI bekerja lebih keras dan tak melulu pamrih dengan prestasi besar.

"Saya berharap kepengurusan sekarang bekerja keras. Mungkin mereka tidak menikmatinya sekarang, tapi bisa dinikmati kepengurusan akan datang. Itu tidak apa-apa," kata Imelda.

"Akhirnya terlambat kan untuk pembinaan, karena dari dulu yang diturunkan (dalam sebuah kejuaraan) itu-itu saja, jadi luapa dengan membina yang di bawah," ujar dia.

(mcy/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads